Alfamart Gelar Private Placement

Rabu, 08/10/2014

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akan menambah kepemilikan saham di PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Perseroan yang melakukan kegiatan perdagangan supermarket Alfamart akan mengambil alih sebagian saham MIDI yang dimiliki Lawson Asia Pacific Holdings Pte Ltd. Untuk melakukan aksi korporasi itu, perseroan melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)/private placement. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (7/10).

Disebutkan, perseroan akan menambah modal tanpa HMETD dengan melepas sebanyak-banyaknya 10% saham dari modal disetor dalam dua tahun sesuai ketentuan Bapepam kini OJK Nomor IX.D.4.

Dengan ketentuan itu, Perseroan dapat menerbitkan 3,77 miliar saham dalam jangka waktu dua tahun.

Kali ini, perseroan melakukan penerbitan saham tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 864,70 juta saham dengan nilai nominal Rp 10. Jumlah itu merupakan 2,24% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan setelah pelaksanaan private placement.

Harga pelaksanaan private placement sebesar Rp 600 per saham. Harga pelaksanaan ini merupakan harga lebih tinggi dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 hari bursa di pasar reguler. Jadi total dana yang diraup dari private placement ini sekitar Rp 518,82 miliar.

Rencananya, perseroan yang ingin menambah saham di PT Midi Utama Indonesia Tbk untuk meningkatkan nilai perseroan dengan mengembangkan usaha perseroan dan anak usaha. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk minta persetujuan pemegang saham pada 22 Oktober 2014.

Saat ini, pemegang saham Alfamart ini telah menggengam saham MIDI sebanyak 1,63 miliar saham atau sekitar 56,72%. Dengan pelaksanaan private placement maka kepemilikan saham perseroan di MIDI menjadi 2,49 miliar saham atau sekitar 86,72% dari modal ditempatkan dan disetor dalam MIDI. Sementara itu, Lawson Asia Pacific Holdings Pte tak lagi memiliki saham MIDI. Penambahan saham MIDI membuat aset perseroan bertambah menjadi Rp 11,48 triliun dibandingkan sebelum transaksi Rp 10,96 triliun. Lalu Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 8,35 triliun. (bani)