Alfamart Gelar Private Placement

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akan menambah kepemilikan saham di PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Perseroan yang melakukan kegiatan perdagangan supermarket Alfamart akan mengambil alih sebagian saham MIDI yang dimiliki Lawson Asia Pacific Holdings Pte Ltd. Untuk melakukan aksi korporasi itu, perseroan melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)/private placement. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (7/10).

Disebutkan, perseroan akan menambah modal tanpa HMETD dengan melepas sebanyak-banyaknya 10% saham dari modal disetor dalam dua tahun sesuai ketentuan Bapepam kini OJK Nomor IX.D.4.

Dengan ketentuan itu, Perseroan dapat menerbitkan 3,77 miliar saham dalam jangka waktu dua tahun.

Kali ini, perseroan melakukan penerbitan saham tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 864,70 juta saham dengan nilai nominal Rp 10. Jumlah itu merupakan 2,24% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan setelah pelaksanaan private placement.

Harga pelaksanaan private placement sebesar Rp 600 per saham. Harga pelaksanaan ini merupakan harga lebih tinggi dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 hari bursa di pasar reguler. Jadi total dana yang diraup dari private placement ini sekitar Rp 518,82 miliar.

Rencananya, perseroan yang ingin menambah saham di PT Midi Utama Indonesia Tbk untuk meningkatkan nilai perseroan dengan mengembangkan usaha perseroan dan anak usaha. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk minta persetujuan pemegang saham pada 22 Oktober 2014.

Saat ini, pemegang saham Alfamart ini telah menggengam saham MIDI sebanyak 1,63 miliar saham atau sekitar 56,72%. Dengan pelaksanaan private placement maka kepemilikan saham perseroan di MIDI menjadi 2,49 miliar saham atau sekitar 86,72% dari modal ditempatkan dan disetor dalam MIDI. Sementara itu, Lawson Asia Pacific Holdings Pte tak lagi memiliki saham MIDI. Penambahan saham MIDI membuat aset perseroan bertambah menjadi Rp 11,48 triliun dibandingkan sebelum transaksi Rp 10,96 triliun. Lalu Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 8,35 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

HIMBARA GELAR BUKBER BERSAMA ANAK YATIM

Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berbincang dengan Dirut Bank BRI Suprajarto (kanan), Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Maryono…

Bank Artos Bidik Dana Segar Rp 78 Miliar - Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) akan melakukan penambahan modal dengan…

JAGADIRI Rilis Layanan One Stop Digital Insurance - Gandeng Kerjasama WE+ dan Alfamart

NERACA Jakarta – Menyadari kebanyakan konsumennya berdasarkan kalangan generasi milenial yang melek akan layanan digital, PT Central Asia Financial sebagai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…