Sean Gelael Siap Berlaga di Italia

Sabtu, 11/10/2014

NERACA

Setelah berisitirahat cukup lama, di bulan Oktober ini pebalap Indonesia Sean Gelael akan kembali berlomba pada dua seri tersisa Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa, dimulai dengan kunjungan pertamanya ke Sirkuit Imola di Italia.

Balapan motor di Eropa memiliki tradisi yang sangat panjang, di beberapa tempat, balapan sudah berlangsung sejak tahun 1920an. Tetapi balapan di Imola sudah berlangsung jauh lebih lama, yaitu sekitar tahun 80 SM, hampir 2000 tahun lalu, dimana kereta yang ditarik oleh dua ekor kuda saling berlomba di stadion kota.

Jadi, apabila memulai kuliahnya di Bath, sebuah kota bergaya Romawi di Inggris tidaklah cukup, maka Sean juga akan berada di wilayah Romawi di Italia, di dalam mobil Jagonya Ayam with Carlin Dallara-Volkswagen.

Pendiri tim Ferari yang legendaris, Enzo Ferrari memiliki peranan besar dalam pengembangan lintasan balap di Imola, yang mulai dibuka pada tahun 1952, dan dinamakan sirkuit Enzo e Dino Ferrari. Mulai dari awal tahun 1980an sampai dengan 2006, sirkuit ini menjadi tuan rumah bagi San Marino Grand Prix, dan terkenal sebagai sirkuit di mana salah satu pebalap terbesar, Ayrton Senna tewas pada tahun 1994.

Beberapa perubahan demi keselamatan para pebalap telah dilakukan di Imola sejak terjadinya insiden tersebut 20 tahun yang lalu. Tetapi Sean bersama dengan para pebalap lainnya akan tetap menghadapi sebuah sirkuit menantang dengan tikungan-tikungan terkenal yang menggunakan nama-nama besar, seperti Tosa, Piratella, Acque Minerali dan Rivazza. Serta ada dua chicanes yang cukup sulit yaitu Tamburello dan Villeneuve.

Sean telah mengalami peningkatan dalam tahun keduanya di Formula 3, ia telah menjadi pebalap yang mampu mencetak poin secara reguler. Sean mampu enam kali finish di posisi 10 besar dalam balapan di sembilan akhir pekan yang telah dilakukan sampai saat ini. Oleh karena itu, Sean pasti akan terus berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di Imola, dimana tidak banyak juga pesaingnya yang pernah berlomba di sini.

Kurangnya pengalaman tidak akan terlalu menjadi masalah pada saat latihan bebas dimulai hari Jumat mendatang. Karena selain akan adanya latihan resmi di hari Selasa dan Rabu, Sean dan juga rekan satu timnya telah mempelajari sirkuit Imola melalui simulator yang dimiliki oleh tim Carlin.

Sean dan lawan-lawannya akan berusaha melakukan yang terbaik saat kualifikasi, karena dua chicanes yang segera menghadang tepat setelah para pebalap melakukan start sepertinya akan memecah rombongan. Sangatlah penting untuk tidak tertinggal terlalu belakang, untuk supaya bisa cepat kembali masuk dalam rombongan.

Setelah menyelesaikan Imola, para pebalap akan langsung dihadapkan dengan seri terakhir tahun ini di Hockenheim. Jadi, balapan akhir pekan nanti di Italia akan menjadi babak pertama dalam minggu-minggu penting menjelang akhir musim. Jika mampu mendapatkan hasil yang baik, tentu akan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi musim dingin, khususnya balapan di Macau Grand Prix.