IHSG Masih Kekeh Lanjutkan Penguatan

Selasa, 07/10/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih konsisten mampu mempertahankan penguatan yang sudah terjadi sejak awal perdagangan. Investor masih percaya diri, indeks BEI masih bergerak menguat ditengah sepinya perdagangan saham.

Alhasil, imbas dari beli selektif investor mampu membawa indeks BEI ditutup menguat 50,792 poin (1,03%) ke level 5.000,138. Sementara Indeks LQ45 menanjak 11,587 poin (1,39%) ke level 845,502. Menurut analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, menguatnya bursa saham regional menjadi salah satu pemicu investor saham di dalam negeri melakukan aksi beli dan mendorong indeks BEI kembali berada pada area positif.

Kendati demikian, menurut dia, kenaikan IHSG masih cenderung terbatas dan bersifat teknikal sehingga kekuatan untuk melanjutkan ke level yang lebih tinggi belum terlihat dan masih rentan terhadap tekanan."Indeks BEI sedang berusaha menuju titik konfirmasi pada level 5.054 poin, jika berhasil bertahan diatas level tersebut maka IHSG dapat dikatakan mulai kembali mengarah kenaikan lanjutan," katanya di Jakarta, Senin (6/10).

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar saham juga sedang mengantisipasi kinerja perusahaan tercatat atau emiten untuk periode kuartal III tahun ini, diharapkan hasilnya positif sehingga menambah kekuatan indeks BEI. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih tetap di zona hijau.

Perdagangan kemarin berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 172.177 kali dengan volume 3,8 miliar lembar saham senilai Rp 3,8 triliun. Sebanyak 160 saham naik, 133 turun, dan 66 saham stagnan. Beberapa bursa di Asia libur menyambut libur nasional. Aksi protes di Hong Kong yang mulai mereda membuat pasar saham setempat menanjak. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 925 ke Rp 20.000, Indocement (INTP) naik Rp 725 ke Rp 21.800, Multi Prima (LPIN) naik Rp 700 ke Rp 6.250, dan BRI (BBRI) naik Rp 500 ke Rp 10.525.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 975 ke Rp 55.525, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 650 ke Rp 71.300, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,38 juta, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 425 ke Rp 26.625.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 19,405 poin (0,39%) ke level 4.968,751. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,963 poin (0,60%) ke level 838,878. Beberapa investor asing masih ada yang melepas saham, berlainan dengan investor domestik yang mulai melirik saham-saham unggulan. Titik tertinggi IHSG ada di level 4.990,14.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 88.648 kali dengan volume 1,9 miliar lembar saham senilai Rp 1,818 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 118 turun, dan 66 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia terdorong sentimen positif dari Wall Street pekan lalu sehingga kompak bergerak positif. Aksi protes di Hong Kong membuat pasar saham setempat menanjak.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 19.875, Multi Prima (LPIN) naik Rp 650 ke Rp 6.200, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 21.625, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 275 ke Rp 14.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 350 ke Rp 14.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 56.200, Indomobil (IMAS) turun Rp 240 ke Rp 4.360, dan Panin Sekuritas (PANS) turun Rp 200 ke Rp 4.875.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 25,85 poin atau 0,52% menjadi 4.975,20 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,48 poin (0,78%) ke level 840,39. Kata analis Samuel Sekuritas Aiza, bursa Asia, termasuk IHSG BEI pada pagi ini dibuka menguat merespon sentimen yang terjadi di bursa AS. Data pekerja yang naik dan pengangguran AS yang menurun tercatat lebih baik dari estimasi.

Dia mengemukakan bahwa tingkat pengangguran bulan September turun menjadi 5,9% dari bulan sebelumnya sebesar 6,1%, sementara data pekerja naik sekitar 288.000,”Kami melihat IHSG memiliki potensi bergerak menguat pada awal pekan ini seiring dengan positifnya sentimen eksternal," katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, sentimen mengenai politik mengenai persaingan dalam memperebutkan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tampaknya telah diantisipasi pasar sehingga investor mencermati kondisi eksternal dan kinerja emiten.

Sementara itu, tim analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam risetnya mengemukakan bahwa dari sisi ekonomi, pelaku pasar sedang menantikan rilis kinerja perusahaan tercatat atau emiten pada periode kuartal ketiga yang sedianya akan dirilis dalam waktu dekat.

Dari sisi teknikal, lanjut dia, indikator MACD masih di area pelemahan. Senin ini indeks BEI masih akan bergerak melemah dengan penurunan terbatas bergerak di kisaran 4.913-5.004 poin. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 99,71 poin (0,43%) ke 23.164,27, indeks Nikkei naik 201,86 poin (1,25%) ke 15.910,51 dan Straits Times menguat 24,53 poin (0,76%) ke posisi 3.253,24. (bani)