Indopremier Tambah Penyertaan di ETF

NERACA

Jakarta – Seiring masih berprospeknya pertumbuhan industri reksa dana kedepan, menjadi alasan bagi PT Indopremier Investment Management untuk menambah 100.000 unit penyertaan (UP) reksa dana premier exchange trade fund (ETF) SMinfra18 (XISI).

Maka dengan dimasukkannya penyertaan tersebut, UP reksa dana premier ETF SMinfra18 yang diperdagangkan mulai awal pekan ini berjumlah 260.100.000 unit penyertaan. Kata Direktur PT Indopremier Investment Management Diah Sofiyanti‎, dengan penambahan UP tersebut, diharapkan nilai transaksi reksa dana ETF XISI meningkat,”Saat ini XISI memiliki nilai transaksi rata-rata Rp 362 ‎per detik, tertinggi masih JII (Jakarta Islamic Index) dengan nilai transaksi rata-rata Rp 663 per detik," katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dari sisi imbal hasil (return), kinerja XISI merupakan yang paling tinggi dibanding reksa dana ETF kelolaan Indopremier lainnya. Saat ini XISI memiliki nilai return 8% ‎. Sementara JII 7,6%, ETF LQ45 5,43%, ETF IDX30 5,22%, berbanding return indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 4,14%.

Asal tahu saja, saat ini perkembangan produk reksa dana kian hari semakin tumbuh sejalan dengan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tercatat sampai dengan kuartal III-2014, total Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana telah tercatat mencapai Rp205,92 triliun dengan jumlah unit tercatat sebanyak 130,47 miliar.

Jumlah tersebut terus bertambah dari awal tahun 2014 yang hanya tercatat sebanyak Rp192,39 triliun dengan unit 124,01 miliar. Berdasarkan data yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin, 6 September 2014, komposisi reksa dana mayoritas masih dipegang dari jenis saham dengan NAB mencapai Rp86,41 triliun.

Posisi kedua dipegang reksa dana terproteksi senilai Rp42,86 triliun, disusul jenis reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp36,98 triliun. Sementara untuk reksa dana campuran dan pasar uang masing-masing Rp29,10 triliun dan Rp17,31 triliun. Sedangkan sisanya tersebar di reksa dana Exchange Traded Fund (ETF) sebesar Rp2,69 triliun, reksa dana Indeks Rp575,60 triliun dan reksa dana berbasis syariah keseluruhan mencapai Rp8,99 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Dinilai Tidak Bersifat Material - Steadfast Tolak Gugatan Pailit Cable Source

NERACA Jakarta – Perusahaan galangan kapal, PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) membantah dan menolak seluruh permohonan gugatan pailit yang diajukan…

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…