Kinerja Reksa Dana Bulan Ini Tertekan

Selasa, 07/10/2014

Analis Millenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga memperkirakan, kinerja reksa dana pada bulan ini akan sedikit tertekan,”Ini tidak terlepas dari rencana akan dihentikannya tapering off, dan yang lebih penting spekulasi penaikan suku bunga The Fed dan sejumlah ketidakpastian dari sisi domestik, khususnya dari faktor politik,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Meski diprediksi akan tertekan, dia memperkirakan bahwa kinerja reksa dana masih bisa melampaui kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini karena tidak terlepas dari masih besarnya ruang bagi manajer investasi untuk melakukan rotasi atas portofolio, seperti switching ke saham lapis dua.

Sementara Analis Riset PT Infovesta Vilia Wati memperkirakan, kinerja reksa dana pada bulan ini masih akan berfluktuasi, sehingga ada kecenderungan berada di bawah IHSG.“Namun secara year to date, reksa dana saham diperkirakan masih dapat mencatatkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan IHSG,” kata Vilia.

Sementara itu, reksa dana hingga akhir tahun diperkirakan masih akan berfluktuasi seiring dengan respon investor terhadap perkembangan sentimen politik domestik serta data makro ekonomi. Tercatat total dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana per akhir September 2014 mencapai Rp205,92 triliun, naik 1,3% atau sekitar Rp2,66 triliun dibandingkan posisi akhir Agustus sebesar Rp203,26 triliun.

Sementara itu, jumlah unit penyertaan per akhir September mengalami peningkatan sekitar 3,74 miliar dari 126,73 miliar menjadi 130,47 miliar. Menurut Desmon Silitonga, kenaikan dana kelolaan pada akhir September tidak terlepas dari proyeksi masih positifnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meskipun selama bulan September hanya tumbuh tipis. (bani)