Saatnya Mendulang Untung Investasi Properti

Kenaikan BBM Kerek Harga Properti

Selasa, 07/10/2014

NERACA

Jakarta – Rencana pemerintah baru yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada tahun ini, tentunya bakal mengerek tingkat inflasi yang tinggi. Alhasil, kondisi ini disatu sisi memicu kenaikan harga properti sekitar 10%-15%. Maka melihat berprospeknya bisnis properti saat ini dan kedepan, maka saat ini adalah momentum tepat bagi masyarakat kembali berinvestasi di properti baik rumah ataupun apartemen.

Kata Komisaris PT Prioritas Land Indonesia (PLI) Victor Irawan, tingginya laju tingkat inflasi tersebut juga akan meningkatkan harga bahan bangunan yang berimbas pada kenaikan harga properti sekitar 10 – 15 % dari harga rata- rata saat ini,”Normalnya kenaikan rata – rata properti tesebut pertahun hanya 5% hingga 10%, sebab adanya penambahan fasilitas pada rumah atau apartemen yang dijual. Namun dengan adanya kenaikan inflasi akibat lonjakan harga BBM, kenaikan harga rata – rata properti cukup besar. Untuk itu, pemerintah sebaiknya mengambil kebijakan agar kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut dilakukan secara bertahap supaya tidak terlalu membebani masyarakat,” ujar Victor di Jakarta, kemarin

Dia mengungkapkan, harga properti residensial untuk semua tipe rumah pada kuartal II 2014 meningkat lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Pada kuartal kedua 2014 itu berada pada level 176,31 atau meningkat 1,69%.’’Kenaikan harga bahan bangunan mencapai 32,11% (qtq) dan upah pekerja yang sebesar 23,09% (qtq) merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial,’’ ungkap Victor.

Victor menambahkan, waktu yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti adalah saat menjelang terjadinya kenaikan harga BBM yang diprediksi akan dilakukan pada November tahun ini atau setelah berjalannya kabinet yang baru.“Sebetulnya, kita bisa berinvestasi di sektor apa saja, namun melihat fenomena belakangan ini, investasi yang paling aman (save haven) adalah sektor properti. Hal ini lantaran, harga properti tidak pernah turun dan risikonya cenderung kecil,” kata tutur dia.

Kendati demikian, lanjut dia, Prioritas Land Indonesia tidak akan terburu – buru menaikan harga produk propertinya, seperti Apartemen K2 Park di Gading Serpong dan Indigo Bekasi, baik menjelang kenaikan maupun pasca kenaikan harga BBM.

Untuk menghadapi kenaikan harga tersebut, PT PLI melalui produk propertinya,apartemen K2 Park, apartemen mewah di kawasan super blok pertama di wilayah Gading Serpong bahkan akan menawarkan berbagai promo.“Kami menawarkan promo bayar 70% langsung lunas dan profit Rp 190 juta saat pembelian berlangsung, dimana harga per unit saat ini berkisar Rp 500 juta – Rp 600 juta,” kata dia.

Selain itu, Prioritas Land juga menawarkan progam menabung properti, dimana konsumen bisa menyicil DP (down payment / uang muka) selama setahun dengan cicilan yang sangat ringan, yaitu bayar Rp 3 juta selama 10 tahun.

Super blok K2 Park terdiri dari 4 tower apartemen, 1 tower hotel, dan 1 tower pusat pendidikan. K2 Park yang merupakan proyek mahakarya Prioritas Land yang dibangun di lahan seluas 3 hektare dengan dana investasi sebesar lebih dari Rp 1 triliun dan akan menjadi the symphony of living di daerah Gading Serpong. Nantinya, proyek multi fungsi (mixed use develpment) ini akan menghadirkan sejumlah fasilitas, diantaranya food hall, area commercial, restoran, cafe, dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Sementara untuk education tower, rencananya akan diisi oleh sejumlah institusi pendidikan, diantaranya adalah sekolah sekretaris, sekolah musik, dan sekolah public relation (PR). (bani)