Berlari Di Kawasan Candi Budha Terbesar Di Dunia - Borobudur 10K

Kompetisi lari Borobudur 10K kembali digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang didukung oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada 16 November 2014, bertempat di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Acara ini sendiri dibuat untuk memperkenalkan Provinsi Jawa Tengah ke dunia internasional.

Dalam Borobudur 10K akan ada beberapa kategori, yakni atlet profesional, elit dunia, profesional atlet dan elit nasional, umum (TNI/Polri, mahasiswa, karyawan/pegawai, masyarakat), serta pelajar. Rebut hadiah total ratusan juta rupiah dan dapatkan pengalaman menarik berlari di kawasan candi Budha terbesar di dunia.

Untuk bisa mengikuti acara ini kita dikenai biaya registrasinya Rp250 ribu untuk umum dan atlet profesional, namun ada harga khusus bagi mahasiswa serta Kita pemegang KTP domisili Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ajang Borobudur 10K Pertama kali digelar pada tahun 1990, 1992, 1993 dan 1995 yang dahulu disebut Bob Hasan 10K.

Dinamai demikian karena pengusaha sekaligus mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia tersebut merupakan perintis kompetisi ini. Kemudian nama itu diganti dengan Borobudur 10K pada tahun 1999, 2000, 2002, dan 2005. Hampir 8 tahun vakum, di tahun 2013 Borobudur 10K mulai dihidupkan kembali dengan nama Borobudur International 10K 2013.

Pada 2013 lalu, ajang ini berhasil menyedot patisipasi 14.425 orang. Terdiri dari pelajar 6.210 orang, 5.700 peserta umum, atlet profesional dari dalam dan luar negeri 54 orang, dari SKPD Pemprov Jateng 2.700 orang, KONI 200 orang dan dari SKPD Kabupaten Magelang 200 orang.

Candi Borobudur sendiri merupakan candi yang megah dibangun pada tahun 824 di puncak bukit menghadap ke sawah yang subur. Cakupan wilayahnya sangat besar yakni sekira 123 meter persegi. Ketika itu, Candi Borobudur ternyata dibangun di atas sebuah danau purba. Dahulu kawasan tersebut merupakan muara dari berbagai aliran sungai.

Di Candi ini terdapat 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Selain itu, Kita juga bisa melihat 2672 panel relief yang apabila disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km. Ansambel reliefnya merupakan yang paling lengkap di dunia dan tak tertandingi nilai seninya.

Borobudur berjarak hanya satu jam dari Yogyakarta. Cara termudah untuk sampai ke sana adalah dengan bergabung tur atau menyewa mobil maupun motor yang direkomendasikan hotel atau penginapan Kita. Selama perjalanan ke Borobudur, nikmati udara sejuk dan segar Kota Magelang dengan pohon besar yang rindang berjajar. Borobudur sendiri berdiri tinggi dengan latar belakang pegunungan Manoreh yang spektakuler.

BERITA TERKAIT

Industri Galangan Kapal Perlu Manfaatkan Peluang Tol Laut - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri.…

BTN Siapkan 2.000 Unit Apartemen di Kawasan Undip

      NERACA   Semarang - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar kemitraan dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Keraton Yogyakarta Gelar Ritual Jamasan Kereta Pusaka

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar upacara ritual jamasan atau mencuci kereta pusaka di Kompleks Museum Kereta Keraton, Yogyakarta. Dalam ritual yang…

Puluhan Rumah Gadang di Solok Layak Jadi Cagar Budaya

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Nurmatias, mengatakan ada 73 rumah gadang di Kawasan Seribu…

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…