Tingkatkan Investor Lokal, OJK Agresif Gelar Edukasi

Sosialisasi di Universitas Mataram

Senin, 06/10/2014

NERACA

Mataram – Kerja keras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan investor lokal dan literasi keuangan dari kalangan pelajar atau mahasiswa terus di gencar dilakukan di berbagai daerah dan termasuk di kantor OJK perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Disebutkan, OJK kembali mengedukasi mahasiswa Universitas Mataram tentang industri keuangan, investasi dan pasar modal agar bisa memahami serta ikut berperan membangun dan melakukan pengawasan.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusri, mengatakan, pihaknya memberikan edukasi karena peran mahasiswa sangat baik dan mereka merupakan ujung tombak dalam penyampaian informasi kepada masyarakat,”Mahasiswa itu kaum intelektual, lebih mudah dipercaya oleh masyarakat kalau mereka yang menyampaikan informasi," katanya di Mataram kemarin.

Kantor OJK Provinsi NTB merupakan bagian dari 29 kantor OJK yang terbentuk di Indonesia, dan Kantor Regional OJK Surabaya, Jawa Timur, sebagai induknya. Lima kantor regional OJK lainnya yang semua menginduk ke kantor pusat di Jakarta berlokasi di Semarang (Jawa Tengah), Jakarta, Makassar (Selawesi Selatan), Bandung (Jawa Barat), dan Medan (Sumatera Utara).

Yusri mengatakan, upaya mengedukasi mahasiswa tidak hanya terbatas di lingkup Universitas Mataram (Unram), tapi juga di perguruan tinggi lainnya yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB."Kami sudah beberapa kali menggelar kegiatan edukasi di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Mataram, Saraswati, dan Universitas Teknologi Sumbawa," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan edukasi akan terus dilakukan secara bertahap karena masih banyak pihak yang belum memahami secara mendalam mengenai industri keuangan, dana pensiun, dan pasar modal. Dari hasil survei secara nasional, lanjut Yusri, pemahaman masyarakat tentang pasar modal dan dana pensiun belum begitu bagus."Masyarakat baru memahami tentang perbankan saja. Untuk itu, kami secara rutin meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap OJK dan industri keuangan," ucapnya.

Upaya memberikan edukasi tidak harus dilakukan pada lokasi-lokasi yang eksklusif. Yang terpenting, menurut dia, adalah bagaimana masyarakat luas bisa mendapat informasi yang harus mereka ketahui."Beberapa hari lalu kami melakukan edukasi di lokasi pacuan kuda pada saat Festival Moyo, di Kabupaten Sumbawa. Momentum itu merupakan kesempatan bagi kami karena ada tokoh masyarakat," katanya.

OJK dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 21 Tahun 2011 dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel. Selain itu, mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, serta mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

OJK mempunyai fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan. OJK juga mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, sektor pasar modal, dan sektor industri keuangan nonbank (INKB). (ant/bani)