Obligasi Pelindo III Kelebihan Permintaan

PT Pelindo III (Persero) telah menyelesaikan proses penerbitan obligasi valuta asing senilai US$ 500 juta. Dana ini digunakan untuk berinvestasi di sejumlah proyek infrastruktur pelabuhan. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, terjadi kelebihan pemesanan terhadap obligasi global Pelindo III sebanyak 13 kali.

Jumlah ini diperkirakan melampaui rekor kelebihan pesanan surat utang yang pernah diraih BUMN lain, yaitu sebanyak enam kali,”Ini merupakan bukti bahwa perusahaan nasional masih dipercaya di tingkat global," kata Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto.

Djarwo menguraikan, surat utang global tersebut mematok bunga 4,875 %. Dia menegaskan perusahaan sangat yakin mempunyai kemampuan untuk mengembalikan pokok utang dan bunga tahunan sampai saat jatuh tempo 10 tahun mendatang.

Dalam aksi korporasi tersebut, ANZ, Credit Suisse, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai joint lead managers dan didukung oleh BNI Securities dan MUFG sebagai co-managers. Investor dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat (AS) sangat antusias menyambut obligasi valas Pelindo III.

Untuk alokasi pembelian global bond tersebut, investor AS memperoleh alokasi sebesar 42%. Kemudian Asia mendapat 32%, sedangkan Eropa mengambil 26%."Dana akan digunakan untuk refinancing dan investasi. Antara lain guna mendanai pembangunan Terminal Teluk Lamong dan proyek Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE), serta pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dan Pelabuhan Banjarmasin," paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Obligasi Indosat Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta –Penawaran obligasi yang dirilis PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo direspon pasar cukup positif yang ditandai dengan…

Analis: Momentum Tepat Rilis Obligasi - Peringkat Utang Indonesia Naik

NERACA Jakarta  - Analis pasar modal menilai bahwa sentimen dari kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service…

Pefindo Beri Peringkat AAA Obligasi NISP

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAAA untuk obligasi berkelanjutan II OCBC NISP Tbk tahap I tahun 2016 seri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…