Ratu Prabu Incar Dana Rp 733,8 Miliar - Terbitkan Rights Issue

NERACA

Jakarta –Perusahaan energi dan properti, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) menambah jumlah penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulum (HMETD) dari 3,13 miliar menjadi 6,2 miliar saham atau setara dengan 400% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sedangkan harga pelaksanaan penerbitan saham baru (rights issue) tersebut diturunkan dari target semulai Rp 234 per menjadi Rp 117 per saham. Total dana yang terhimpun dari aksi korporasi ini diharapkan mencapai Rp 733,8 miliar,”Perubahan rencana penerbitan saham baru merupakan strategi perseroan untuk mendapatkan dana,” ujar Penasihat Keuangan Ratu Prabu Energi,Agus Cahyo Baskoro di Jakarta, kemarin.

Agus menambahkan, dana hasil rights issue ini rencananya digunakan untuk membiayai pengembangan bisnis properti perseroan pada masa mendatang. Perseroan mengalokasikan sekitar 47,7 persen atau Rp 350 miliar dana hasil penerbitan saham baru ini untuk membiayai pengembangan proyek Ratu Prabu 3 Residences.

Perseroan juga berniat mengalokasikan sekitar 32,02% atau setara Rp 235 miliar untuk membiayai pembelian tanah entitas anak. Adapun, sisanya sebesar 19,7% atau Rp 145 miliar untuk membiayai pembelian dua rig baru lewat anak usaha perseroan.

Proyek properti Ratu Prabu 3 akan dibangun di atas lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan TB Simatupang Jakarta Selatan. Ratu Prabu 3 terdiri atas 61 unit apartemen hak milik (strata title), 47 services apartment, dan 108 kamar hotel. PT Lotte E & C telah ditunjuk sebagai kontraktor proyek yang diperkirakan menelan dana Rp 1,9 triliun ini.

Direktur Ratu Prabu Energi Gemilang Zahari pernah mengungkapkan, penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perseroan dengan PT Lotte E & C sebagai kontraktor proyek Ratu Prabu 3 Residance telah dilakukan belum lama ini. 

Saat ini, proses perizinan pembangunan proyek apartemen ini sudah mencapai 90 persen. Perseroan optimistis proyek tersebut mulai konstruksi tahu ini dan rampung dalam kurun waktu dua tahun. "Ratu Prabu 3 Residance diharapkan mengontribusi sekitar Rp 1 triliun terhadap total pendapatan perseroan dalam tiga tahun ke depan," kata dia.

Gemilang menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dalam pengembangan bisnis minyak dan gas (migas) perseroan ke depan. Target pasar apartemen ini adalah para profesional dan pemilik perusahaan sektor pertambangan dari dalam dan luar negeri.

Perseroan juga berniat menerbitkan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar US$ 80 juta atau setara Rp 920 miliar pada kuartal IV-2014. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan rencana semula Rp 300 miliar. “Kami meningkatkan jumlah penerbitan MTN karena telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed),” kataGemilang. (in/bani)

Related posts