Harmonisasi Sistem Teknologi Segera Dilakukan

Menghadapi Persaingan MEA

Senin, 06/10/2014

NERACA

Jakarta - Menjelang pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan untuk segera menyepakati kerja sama terkait harmonisasi sistem manajemen teknologi informasi berbasis internet dengan negara-negara di kawasan.

Menurut Chairman Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Detiknas), Ilham Akbar Habibie, kesiapan infrastruktur teknologi informasi di BEI sudah terbilang cukup memadai untuk menopang kegiatan transaksi di era pasar bebas Asean.

Dirinya juga meminta agar BEI segera menyepakati sistem manajemen TIK antar bursa efek di negara-negara Asean untuk mengharmonisasi infrastruktur yang terintegrasi. “Ini terutama dengan bursa efek Malaysia dan Singapura. Jadi, bukan hanya semata-mata mempersiapkan teknologi di dalam negeri,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, disisi lain pemerintah mesti berperan melalui penerbitan kebijakan yang tidak menghambat dinamika pengembangan teknologi informasi berbasis internet. Pasalnya, sejauh ini internet yang merupakan meta infrastruktur nasional telah menjadi salah satu agen utama yang berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.“Makanya itu, jangan sampai kasus seperti Indosat dan IM2 yang dianggap bersalah itu akan melumpuhkan layanan internet di Indonesia. Padahal, sumber daya manusia kita sudah sangat siap untuk bersaing hingga ke tingkat global,” ucapnya.

Ilham yang juga sebagai Chairman Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) ini juga mengatakan, bahwa kekacauan pada tata kelola di sektor telekomunikasi akan memicu kekhawatiran bagi seluruh Internet Service Provider (ISP), sehingga akan mematikan pengembangan teknologi informasi berbasis internet. “Jangan sampai seperti itu. Saya berharap internet bisa memajukan negara kita,” paparnya.

Sedangkan pakar teknologi informasi dan komunikasi, Onno W Purbo menambahkan, putusnya jaringan internet secara nasional akan menghentikan kegiatan transaksi senilai Rp1,5 miliar per menit. “Hal ini akan membuat kegiatan perekonomian kita menjadi macet, karena kegiatan transaksi menggunakan internet yang terhenti,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, Direktur Teknologi BEI, Adikin Basirun mengungkapkan, sejauh ini pihaknya tengah menyiapkan kesetaraan teknologi informasi dan komunikasi untuk menghadapi integrasi pasar modal Asean. “Kami mengaharapkan kita mendapatkan koneksi yang setara dengan negara-negara di Asean lainnya,” tegasnya.

Bahkan, menurutnya BEI juga tengah mempersiapkan langkah antisipatif sesuai standar bursa saham regional, terkait kemungkinan adanya bencana yang akan mengganggu akses internet. “Kami sudah mempersiapkan dan menyetarakan akses internet untuk menyongsong MEA 2015,” tutup Adikin. (bani)