BEI Kaji Perubahan Fraksi Harga Saham

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji kembali kebijakan baru mengenai perubahan fraksi harga saham (tick price) dan pengurangan jumlah saham dalam lot (lot size) yang telah berjalan pada awal tahun 2014 ini,”Dalam melakukan semua kebijakan itu tentu dilakukan penilaian, dari situ kita melihat data-data statistik mengenai efektivitas dari penyesuaian fraksi harga saham dan 'lot size', setelah itu hasilnya akan didiskusikan lagi. Apakah nanti akan tetap atau berubah, itu masih menjadi kajian kita," kata Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Adikin Basirun di Jakarta, kemarin.

Dia mengemukakan bahwa kajian itu dilakukan BEI setelah perubahan fraksi harga saham dan pengurangan jumlah saham dalam lot berjalan selama enam bulan dari implementasi,”Tidak bisa ditargetkan kajian itu kapan selesai, karena harus mencermati juga data statistik agar lebih baik lagi. Namun, bukan berarti hasil kajian ini mengarah ke perubahan, tetapi menggambarkan keektivitasannya dan juga peluang perbaikan agar pasar modal Indonesia semakin likuid," jelasnya.

Menurut Adikin Basirun, salah satu target dari kebijakan perubahan lot size itu, adalah untuk memberikan fasilitas kepada investor ritel agar bisa melakukan diversifikasi investasinya dan dapat menjangkau saham yang harganya tinggi.

Sementara untuk penyederhanaan fraksi saham, lanjut dia, itu dimaksudkan agar investor lebih mudah memantau pergerakan pasar. Sebelumnya, terdapat lima fraksi harga saham dan saat ini tiga saja Saat ini, BEI menerapkan fraksi harga saham dibagi menjadi tiga kelompok, yakni harga saham kurang dari Rp500 memiliki fraksi Rp1, kemudian kelompok saham Rp500-Rp5.000 sebesar Rp5, dan harga saham lebih dari Rp5.000 dengan fraksi Rp25.

Sebelumnya, bursa menerapkan lima kelompok fraksi, yakni harga saham di bawah Rp200 memiliki fraksi Rp1, harga saham Rp200-Rp500 fraksinya Rp5, harga saham Rp500-Rp2.000 dengan fraksi Rp10, harga saham Rp2.000-Rp5.000 dengan fraksi Rp25, dan kelompok harga saham Rp5.000 fraksi harganya senilai Rp50. Sementara untuk 'lot size', saat ini BEI menerapkan jumlah saham dalam satuan lot sebesar 100 lembar dari sebelumnya sebanyak 500 lembar. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

SMMA Tambah Porsi Saham di Asuransi Simas

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah membeli sebagian atau 14.000 saham PT Asuransi Simas Net (ASN) senilai Rp14 miliar…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…