Menakar Peluang Bisnis BTS Kedepan

NERACA

Jakarta - Analis pasar modal memperkirakan pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi di Tanah Air masih besar pasca akuisisi sebanyak 3.500 menara PT XL Axiata Tbk oleh PT Solusi Tunas Pratama Tbk”Pertumbuhan bisnis menara akan tinggi sejalan dengan terus berkembangnya teknologi seluler dan kesiapan operator menggelar layanan 4G dan memperbanyak 3G," kata analis dari MNC Sekuritas Reza Nugraha, di Jakarta, kemarin.

Menurut Reza, bisnis menara akan tambah menarik karena saat ini tidak lagi didominasi oleh dua pemain besar karena semakin banyak perusahaan yang bergerak di subsektor ini,”Solusi Tunas Pratama menjadi pemain tiga besar perusahaan, karena berani melakukan akuisisi menara XL," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Alexander Rusli mengatakan bisnis menara lebih kompetitif dan sehat pasca dilepasnya 3.500 menara oleh XL."Tender lelang yang dilakukan XL menciptakan lebih banyak pemain besar. Aksi korporasi itu pada prinsipnya bagus untuk efisiensi operasional operator," ujar Alex.

Seperti diketahui, XL baru saja melepas 3.500 menara ke Solusi Tunas Pratama dengan nilai akuisisi Rp5,6 triliun. Langkah XL tersebut mengikuti jejak operator lainnya seperti Indosat, Tri Indonesia, dan Bakrie Telecom.

Di industri ini hanya PT Telkom Indonesia yang belum melakukan monetisasi (peningkatan nilai) bisnis menara yang dikelola anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Menanggapi hal itu, Direktur Utama Telkom Arief Yahya menegaskan monetisasi menara telekomunikasi akan dilakukan mengikuti praktik bisnis yang lazim di bisnis menara,”Bisnis menara kalau perusahaan belum independen maka 'tenancy ratio' (tingkat penyewa menara) tidak akan besar. Di negara lain, menara yang 'tenancy ratio'-nya rendah dirubuhkan. Ini pilihan yang harus diambil," kata Arif.

Untuk itu tambahnya, dalam membuka valuasi dari Mitratel tidak bisa terpaku hanya dengan skema Intial Public Offering (IPO). "Ada opsi "back door listing" atau membeli saham dari perusahaan yang valuasinya rendah untuk diubah portfolionya. Semuanya sedang kita kaji. Tetapi tahun ini harus sudah ada keputusan soal Mitratel agar tak kehilangan momentum," katanya.

Menurut catatan, wacana monetisasi atau peningkatan nilai Mitratel sudah dilakukan sejak 2011. Pada 2013 omzet Mitratel mencapai sekitar Rp1,98 triliun. Terakhir, Telkom menggandeng Barclays Capital untuk menggelar tender guna mencari mitra strategis bagi Mitratel. (ant/bani)

Related posts