Awal Pekan, IHSG Berpeluang Menguat

Senin, 06/10/2014

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi seiring dengan penguatan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sudah cukup tajam. Alhasil, kondisi tersebut dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi untung dengan aksi jual.

Kata analis Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, koreksi tidak bisa lepas dari sentimen negatif yang masih membayangi indeks BEI dan hal ini direspon pelaku pasar asing dengan mengambil posisi lepas saham,”Dalam data perdagangan saham di BEI, tercatat pelaku pasar saham asing membukukan jual bersih (nett sell) akhirt pekan sebesar Rp868,784 miliar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, psikologis sebagian investor diperkirakan masih dipengaruhi oleh situasi politik di dalam negeri, pelaku pasar tentu memonitor. Diharapkan sentimennya bersifat jangka pendek dan indeks BEI kembali berada dalam area positif. "Situasi di dalam negeri akan terefleksikan dalam pergerakan pasar," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diperkirakan akan bergerak balik arah dengan tren menguat. Asal tahu saja, mengakhiri perdagangan saham di BEI akhir pekan kemarin ditutup melemah 51,463 poin (1,03%) ke level 4.949,346. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 8,943 poin (1,06%) ke level 833,915.

Transaksi perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.402 kali dengan volume 5,2 miliar lembar saham senilai Rp 5,6 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 225 turun, dan 59 saham stagnan. Bursa-bursa Asia akhirnya menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Pasar saham Hong Kong yang berdagang kembali bisa ditutup positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 27.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 56.500, Indomobil (IMAS) naik Rp 270 ke Rp 4.600, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 200 ke Rp 10.950. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 875 ke Rp 30.775, Multi Prima (LPIN) turun Rp 725 ke Rp 5.550, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 600 ke Rp 6.300, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 575 ke Rp 22.025.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup anjlok 62,997 poin (1,26%) ke level 4.937,812. Sementara Indeks LQ45 jatuh 11,558 poin (1,37%) ke level 831,300. Situasi politik Indonesia yang memanas jadi alasan investor keluar dari lantai bursa. Pemodal asing kembali tarik dana dari lantai bursa, hingga siang ini nilainya sudah sekitar Rp 220 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.931 kali dengan volume 2,6 miliar lembar saham senilai Rp 2,8 triliun. Sebanyak 53 saham naik, 243 turun, dan 46 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak variatif cenderung melemah hingga rehat siang. Sedangkan pasar saham Tiongkok masih belum berdagang.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 625 ke Rp 21.975, Asahimas (AMFG) naik Rp 325 ke Rp 6.850, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 300 ke Rp 5.075, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 300 ke Rp 7.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain XL Axiata (EXCL) turun Rp 125 ke Rp 6.225, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 100 ke Rp 10.850, Siantar Top (STTP) turun Rp 80 ke Rp 3.080, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 50 ke Rp 6.325.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 8,86 poin atau 0,18% menjadi 5.009,67. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,22 poin (0,26%) ke level 845,08,”Laju IHSG BEI menguat di tengah pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang bergerak bervariasi. Namun, potensi indeks BEI naik masih cukup terbuka setelah mengalami koreksi pada hari sebelumnya,”ujar kata analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya.

Menurut dia, secara teknikal indeks BEI sudah menyentuh level batas bawah di kisaran 4.989-5.002 poin sehingga potensi untuk kembali menguat cukup terbuka meski dalam kisaran yang terbatas. Namun, penguatan indeks BEI dapat tertahan jika pelaku pasar saham asing kembali melakukan aksi lepas saham.

Sementara itu, Reza Priyambada mengatakan bahwa laju IHSG berpeluang masih melanjutkan pelemahannya jika tidak ada sentimen positif dan laju bursa saham global. Dia menambahkan bahwa sejumlah bursa saham global menunjukkan penurunan, data-data ekonomi Eropa yang masih melambat hingga banyaknya pemberitaan yang bernada negatif terhadap hasil sidang pemilihan susunan DPR menjadi salah satu faktor tekanan bagi indeks BEI,”Meski kami mencoba mengesampingkan sentimen dari hasil sidang tersebut terhadap imbas ke pasar namun, secara psikologis tentu lebih mempengaruhi 'mood' pelaku pasar untuk bertransaksi," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 231,83 poin (1,01%) ke 22.701,15, indeks Nikkei naik 19,88 poin (0,21%) ke 15.680,04 dan Straits Times menguat 4,69 poin (0,16%) ke posisi 3.2333,78. (bani)