Mandiri Pede Deposan “Tak ke Lain Hati” - Pembatasan Bunga Deposito

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meyakini deposan tidak akan beralih ke produk nonbank, meskipun ada pembatasan suku bunga deposito oleh Otoritas Jasa Keuangan terhadap dana pihak ketiga (DPK). Direktur Keuangan dan Strategis Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, Jumat (3/10), pekan lalu meyakini semua bank secara transparan akan mematuhi peraturan batas atas suka bunga deposito tersebut.

"Saya yakin semuanya menerapkan hal yang sama, jadi ya, tidak akan beralih," ujarnya. Pahala mengatakan tren penurunan suku bunga deposito perbankan juga kemungkinan akan berdampak pada imbal hasil produk simpanan dan investasi diluar perbankan. Maka dari itu, dia meyakini, para deposan juga tidak akan beralih ke produk investasi dari nonbank.

"Nantinya ekspetasi yield (imbal hasil) juga akan mengikuti,” tambah dia. Komposisi deposito dalam DPK yang dikelola perseroan, kata Pahala, baru 30%. Dalam dana deposito tersebut, jumlah deposan dengan kelompok simpanan terbesar yang akan mendapat bunga maksimal 9,5% sesuai peraturan OJK sejumlah 20%.

OJK, per 1 Oktober 2014, menetapkan batas suku bunga dana perbankan untuk mencegah dampak negatif dari persaingan suku bunga dana antarbank saat ini. Tren rata-rata suku bunga dana pada industri dari awal tahun hingga posisi Juli 2014. menunjukkan bahwa deposito rupiah telah mengalami peningkatan sekitar 70 basis poin (bps), yaitu dari 7,97% pada Januari menjadi 8,67% pada Agustus 2014.

Sedangkan pemberian suku bunga pada deposan inti umumnya telah berada di kisaran 11% terutama pada kelompok Bank Unit Kategori Usaha (Buku) III, dengan modal inti di atas Rp5-30 triliun, dan Buku IV, dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

OJK mengatur bahwa bank dapat memberikan suku bunga simpanan maksimum sebesar suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan yang saat ini sebesar 7,75% untuk nominal simpanan sampai dengan Rp2 miliar dengan telah memperhitungkan seluruh insentif yang diberikan kepada nasabah penyimpan dana.

Sedangkan untuk bank Buku IV maksimum suku bunga dana 200 bps di atas BI Rate (7,5%) atau saat ini maksimum sebesar 9,5%. Untuk bank Buku III, suku bunga dana 225 bps di atas BI Rate atau saat ini maksimum 9,75%. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…