Antam Yakin Proyek Pomalaa Sesuai Jadwal

Senin, 06/10/2014

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah memulai commissioning fasiltas pelabuhan (jetty), belt conveyor, dan pemurnian pabrik, yang menjadi bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP). Hingga akhir Agustus 2014, engineering, procurement, and construction (EPC) progress P3FP telah mencapai 68%.

Kata Direktur Utama Antam Tato Miraza, dimulainya commissioning sejumlah fasilitas dari P3FP menunjuk bahwa penyelesaian sesuai dengan jadwal,”Dengan estimasi penyelesaian keseluruhan proyek akhir 2015 dan didukung ekspektasi peningkatan harga nikel di tahun-taun mendatang, kami yakin bahwa proyek ini akan memberikan imbal hasil dan profitabilitas yang signifikan bagi perusahaan,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dimulainya commissioning fasilitas pelabuhan yang baru di Pomalaa, perseroan berharap proses unloading bijih nikel untuk kebutuhan umpan pabrik akan lebih cepat dan efisien. Fasilitas pelabuhan tersebut merupakan paket 1 dari keseluruhan 8 paket P3FP. Fasilitas pelabuhan yang baru memiliki kapasitas 12.000 DWT dan unloading rate sebesar 2x500 ton per jam.

Sementara fasilitas belt conveyor sepanjang 4 kilometer (km) yang dibangun bertujuan menggantikan dump truck yang sebelumnya digunakan untuk sarana transportasi bijih nikel dan batu bara dari pelabuhan ke pabrik.

Selain itu, penggunaan belt conveyor juga untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja dalam hal pengangkutan bijih nikel dan batu bara. Fasilitas belt conveyor merupakan paket 2 dari keseluruhan 8 paket P3FP.

Adapun fasilitas pemurnian pabrik yang merupakan bagian dariP3FP akan meningkatkan jumlah fasilitas pemurnian menjadi 2 unit dari sebelumnya 1 unit. Melalui penambahan fasilitas pemurnian ini, maka operasional pemurnian pabrik menjadi lebih fleksibel seiring dengan peningkatan produksi feronikel. Fasilitas refining merupakan paket 3 dari keseluruhan 8 paket P3FP.

Seiring dengan selesainya P3FP, perseroan berharap tingkat produksi feronikel dapat meningkat menjadi 27.000-30.000 TNi per tahun dari sebelumnya 18.000-20.000 TNi per tahun. Penyelesaian proyek ini juga akan menurunkan tingkat biaya tunai pabrik feronikel di Pomalaa, sehingga ke depannya, perusahaan tambang plat merah ini akan menjadi salah satu produsen feronikel dengan tingkat biaya produksi paling rendah. (bani)