Sinergi BTN-Telkom Kembangkan Branchless Banking

NERACA

Jakarta - Komunitas Penjualan Pulsa saat ini memiliki jumlah yang sangat besar dengan tingkat peredaran uang yang besar pula. Tercatat sekitar 500 juta transaksi dalam setahun dengan perputaran uang lebih dari Rp5 triliun. Hampir seluruh transaksi umumnya dilakukan secara konvesional dengan cash money. Itu merupakan jumlah uang yang luar biasa dan belum tersentuh bank.

Para Komunitas Penjual Pulsa umumnya belum berhubungan dengan bank. Mereka masih konvensional dalam melakukan transaksi beli dan jual pulsa kepada pelanggan. "Inilah pasar yang kami garap bersama Telkom. Memberikan fasilitas layanan perbankan kepada para penjual pulsa Telkom," ujar Maryono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, usai melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Telkom Tbk, di Jakarta, Kamis (2/10).

Naskah kerja sama tersebut ditandatangani oleh Maryono, Direktur Utama Bank BTN dan Arief Yahya, Direktur Utama Telkom. Kerja sama BTN dengan Telkom ini merupakan wujud sinergi antar BUMN. Kerja sama ini juga membawa misi untuk mendukung program pemerintah dalam mendorong Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Implementasi gerakan ini telah dicanangkan oleh Bank Indonesia bersama dengan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementrian Keuangan, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia, serta perbankan di Indonesia. "Ini adalah komitmen BTN bersama Telkom melakukan sinergi untuk mendukung GNNT," jelas Maryono.

Jumlah rekening bank saat ini lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah SIM Card yang beredar di Indonesia. Menurut data Perbanas, jumlah pemilik rekening bank di Indonesia hingga awal 2013 hanya berjumlah sekitar 60 juta. Sedangkan penetrasi SIM Card di Indonesia pada tahun 2013 telah mencapai 128% dari total penduduk Indonesia. Dengan pertumbuhan pengguna mobile phone yang mencapai 10,2% per tahun serta pengguna Internet sebesar 17,1% per tahun, maka potensi kerjasama ini sangat luar biasa dalam mendongkrak dana murah perseroan.

Di samping itu kerja sama ini memiliki potensi lahirnya fitur layanan Branchless Banking sebagai inovasi produk BTN yang saat ini sudah banyak dilakukan oleh perbankan di Indonesia. Branchless Banking akan memanfaatan jaringan distribusi untuk memberi layanan finansial di luar kantor-kantor cabang bank melalui teknologi dan jaringan alternatif dengan biaya efektif, efisien, dan dalam kondisi yang aman dan nyaman.

"Ini juga merupakan satu produk yang diharapkan dapat menjadi bagian dalam sosialisasi kepada masyarakat untuk mengatasi rendahnya akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal," terang dia. Maryono menambahkan, ke depan, akan sangat terbuka lebar peluang bagi BTN untuk mendukung bisnis komunitas penjualan pulsa.

Dukungan bisnis yang memiliki potensi untuk dapat dikembangkan antara lain: Remittance, Payments, Funding & Lending, Payment Gateway, Cross Selling, Mobile Financial Services. BTN didukung oleh 843 kantor layanan (konvensional dan syariah) ditambah oleh 2.922 outlet Kantor Pos Online. Perseroan juga telah memiliki 1.806 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 40.000 ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link, Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan layanan prioritas di 29 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. [kam]

Related posts