Lagi, Siloam Bangun Lima Rumah Sakit Baru

Tingkatkan Pendapatan

Jumat, 03/10/2014

NERACA

Jakarta – Tahun ini menjadi tahun ekspansi bagi PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) untuk terus menambah rumah sakit baru. Pasalnya, perseroan menargetkan akan membangun sebanyak empat rumah sakit baru pada akhir tahun ini hingga tahun 2015.

Sekretaris Perusahaan Siloam International Hospitals, S Budisuharto mengatakan, dengan adanya tambahan empat rumah sakit ini akan semakin mendukung usaha perseroan meningkatkan pendapatan hingga 35%-40% per tahunnya,”Tahun depan kami akan bangun empat rumah sakit. Kami harap dapat memberikan kontribusi ke depannya," katanya di Jakarta, Kamis (2/10).

Lebih lanjut, Budi menerangkan bahwa untuk tahap awal pihaknya akan membuka dua rumah sakit di akhir tahun yang berlokasi di Medan dan Kupang. Kemudian dua rumah sakit lagi akan dibangun pada tahun 2015 mendatang.

Budi menargetkan rumah sakit yang berlokasi di Medan sudah dapat dibuka pada bulan ini. Sedangkan, yang di Kupang ditargetkan pada bulan November mendatang,”Bulan Oktober rencananya Medan dulu dibuka. Kemudian dua minggu hingga sebulan sesudahnya yang di Kupang," jelasnya.

Untuk membangun satu rumah sakit, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar yang akan digunakan untuk membangun gedung dan penyediaan alat-alat rumah sakit.Dalam melakukan pembangunan rumah sakit tersebut perseroan akan menggunakan lahan milik induk usahanya, yakni PT Lippo Karawaci,”Kami memperoleh tanah dan gedungnya dari Lippo. Bagi Lippo mungkin bukan masalah besar untuk menemukan lahan yang cocok membangun rumah sakit karena tanahnya banyak,”tandasnya.

Sebagai informasi, perseroan berencana membuka enam hingga delapan rumah sakit mulau tahun depan hingga tahun 2017 mendatang. Disebutkan, untuk mendanai delapan rumah sakit, perseroan membutuhkan dana sekita US$ 120 juta.

Presiden Direktur Siloam Internasional Hospitals, Romeo Fernandez Liedo pernah bilang, target pembukaan rumahsakit per tahun tersebut lebih banyak dibandingkan dengan realisasi tahun ini. Meski tahun 2014 belum juga berakhir, Siloam memastikan jika tahun ini hanya menambah tiga rumahsakit. Siloam telah mengucurkan investasi US$ 75 juta atau sekitar Rp 900 miliar.

Asal tahu saja, perseroan memiliki 29 proyek rumah sakit baru yang akan dikerjakan pada 2015. Nantinya dalam pembangunan rumah sakit baru, perseroan selalu melibatkan induk usaha PT Lippo Karawaci Tbk. Dimana untuk setiap pembangunan rumah sakit yang menelan dana US$ 25 juta, Siloam hanya mengucurkan US$ 15 juta untuk pembelian peralatan kesehatan. Sementara Lippo Karawaci menanggung US$ 10 juta untuk investasi lahan. "Rumahsakit yang kami dirikan biasanya berada di lahan Lippo Karawaci. Jadi lahan yang kami tempati tetap milik Lippo Karawaci,”kata Romeo.

Selain membangun rumahsakit anyar, Siloam juga menambah rumah sakit dengan cara mengakuisisi. Pada semester I kemarin, perusahaan itu mengakuisisi satu rumah sakit. Namun, berbeda dengan target pembangunan rumahsakit baru yang bisa ditargetkan, Siloam tak bisa memastikan target rumahsakit yang akan dia akuisisi. Sebab, aksi akuisisi berkaitan dengan peluang yang muncul dan kemampuan perusahaan memanfaatkan peluang itu. (bani)