PTPN VII Dinilai Siap Go Public - Lunasi Utang Rp 5 Triliun

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun ini target IPO perusahaan BUMN meleset dari target, namun di pemerintahan baru nanti sudah disiapkan beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinyatakan siap untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, dari beberapa BUMN yang dinyatakan siap go public diantaranya adalah PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII), “Tentu yang sudah siap IPO itu PTPN VII karena kebutuhan dananya mendesak. PTPN VII mempunyai utang Rp5 triliun untuk biaya menanam sawit dalam jumlah besar, sehingga akan menghasilkan dalam 1-2 tahun ini,”ujarnya di Surabaya,Kamis (2/10).

Dahlan juga mengungkapkan, untuk melanjutkan program holding BUMN. Saat ini, lanjut Dahlan, pihaknya sudah mempersiapkan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai holding BUMN perkebunan. Sedangkan Perum Perhutani ditunjuk sebagai holding BUMN Kehutanan,”Kalau untuk holding BUMN perkebunan, yaitu PTPN III jangan dulu IPO karena dananya lebih dibutuhkan PTPN VII untuk membayar bunga (dari utang) dan cicilan begitu besar hingga ratusan miliar, lebih baik digantikan dengan dana masyarakat luas,”jelasnya.

Lebih lanjut Dahlan menambahkan, dengan perolehan dana segar melalui IPO, maka PTPN VII diharapkan bisa mendongkrak perolehan laba perseroan. Hal ini juga otomatis akan mendorong laba holding BUMN perkebunan.

Menurut Dahlan, selain kebutuhan dana akibat utang sebesar Rp5 triliun, PTPN VII juga dinilai telah memenuhi syarat neraca keuangan yang positif dalam tiga tahun terakhir. Meski demikian, karena belum dibentuknya holding BUMN perkebunan menyebabkan keuntungan yang diperoleh perseroan masih kecil.

Sebelumnya, ada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V yang terus berbenah diri untuk mematangkan segala persiapan menjadi perusahaan public, “PT PN V terus berbenah diri dengan target tahun 2014 sudah bisa IPO," kata Asisten Humas PTPN V Risky Atriyansyah.

Dia menuturkan, saat ini PTPN V dan PTPN VII belum bisa melakukan IPO karena harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain adanya tahapan perampingan dan pembentukan holding BUMN Perkebunan. Menurutnya, untuk melakukan pembentukan holding, tentunya mulai dari PTPN I hingga PT.PN 14 harus berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum pembentukan holding.

Lanjutnya, PP yang dibutuhkan tersebut belum diterbitkan sehingga sembari menunggu peraturan pemerintah tersebut perusahaan terus berbenah diri antara lain menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Asal tahu saja, selain PTPN VII yang dinyatakan siap IPO, selanjutnya ada PT Asuransi Jiwasraya yang juga dinilai siap go public tahun depan. Merespon hal tersebut, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim pernah bilang, pihaknya mulai fokus untuk go public,”Apa yang diusulkan Dahlan Iskan adalah ide baik,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Putusan Mahkamah yang Dinilai Aneh

Oleh: Maria Rosari Beberapa waktu lalu Mahkamah Konstitusi (MK) memutus tiga perkara permohonan uji materi atas pasal 79 ayat (3)…

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Baru Dua Anggota Apindo Yang Siap IPO - Momentum Tepat Gelar IPO

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai rekor baru, dinilai menjadi momentum yang tepat untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…