Industri Asuransi Jiwa di 2014 Makin Seksi

NERACA

Penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) 2014 bukan saja akan mendongkrak konsumsi rumah tangga, tapi juga pertumbuhan industri asuransi jiwa di Tanah Air. Tahun ini, industri asuransi jiwa nasional diprediksi bertumbuh 20%.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim memperkirakan, pertumbuhan industri asuransi pada 2014 akan semakin seksi, bahkan tak terpengaruh dengan pelaksanaan kampanye maupun pesta demokrasi lima tahunan.

"Industri asuransi di Indonesia potensinya masih cukup besar untuk digarap, karena kelas menengah kita melebar signifikan (bertumbuh). Perkiraan saya tahun ini politik akan turun, tapi nyatanya tidak," terangnya ditemui usai Penandatanganan Kerja sama Produk dan Pemasaran Asuransi Bersama di Menara Kadin, Jakarta.

Tren produk asuransi, kata Hendrisman, masih mengarah pada asuransi jiwa. Tak heran bila dia memperkirakan pertumbuhan asuransi jiwa mencapai 20% di 2014.

"Produk konvensional kami asuransi jiwa, tapi masih sangat diminati masyarakat. Tapi kami juga terus mengembangkan produk-produk seperti asuransi beasiswa, kematian, unit link sehingga bisa menyasar semua segmen," tambah dia.

Dia mengakui, pihaknya berencana menambah produk asuransi baru dengan jumlah mengikuti permintaan pasar. Sayang, Hendrisman belum bersedia membocorkan produk asuransi teranyar yang sudah dipersiapkan perseroan selain bundling asuransi bersama antara Jiwasraya dan PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI).

"Hingga akhir 2014, kami mematok laba bersih sebesar Rp 400 miliar atau tumbuh 15% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan premi naik menjadi Rp 7,8 triliun atau naik 15% dari realisasi 2013," cetusnya.

Dari data keuangan sementara, Jiwasraya membukukan nilai investasi Rp 9,9 triliun meningkat dari tahun lalu sebesar Rp 8,3 triliun. Hasil investasi sebesar Rp 1,7 triliun, tumbuh menjadi Rp 1,1 triliun pada 2013. Sedangkan posisi aset per 31 Desember lalu sebesar Rp 10,6 triliun dari tahun lal.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

Industri Galangan Kapal Perlu Manfaatkan Peluang Tol Laut - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri.…

Sektor Industri Desak Pemberantasan Spekulan Gas

NERACA Jakarta – Dukungan terhadap pemberantasan praktik calo (trader) pada tata niaga hilir gas bumi terus bergulir, menyusul tingginya harga…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…