Jasa Marga “Keluhkan” Beban Suramadu

NERACA

Jakarta – Operator Jembatan Suramadu, PT Jasa Marga Tbk memberi isyarat ketidaksanggupan mengelola jalan tol tersebut. Bukan saja merugi. Namun tanggung jawab memelihara secara total membuat Jasa Marga “angkat tangan”. "Kalau diminta memelihara secara total itu kita nggak sanggup (melanjutkan),’ kata Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito kepada wartawan di Jakarta,24/8

Menurut Frans Sunito, Jasa Marga merasa berat jika semua tanggung jawab pemeliharaan jembatan dibebankan kepada operator. Padahal seharusnya, operator hanya bertanggung jawab pada masalah pemeliharaan jembatan yang ringan-ringan seperti pengecetan, memperbaiki kerusakan permukaan jalan dan lain-lain. “Operator tanggung jawabnya memelihara pada hal yang rutin seperti pengecatan, kerusakan permukaan jalan, kalau pemeriksaan kabel (jembatan) kita nggak tahu," tuturnya

Hal ini berdasarkan pengalamannya, lanjut Frans, Jasa Marga sempat mengelola jembatan tol pemerintah Bangladesh selama 5 tahun. Jembatan yang melintasi sungai Yamuna itu, Jasa Marga hanya merawat jembatan untuk hal-hal yang ringan saja, sementara beban perawatan yang besar ditanggung pemerintah. "Kecil nilainya, bagi kami pengalaman, nggak untung tapi pas saja," ungkapnya

Frans mencontohkan pengalamannya selama mengelola Suramadu 18 bulan dari Juni 2009-Desember 2010 perseroan justru tekor. Meskipun ia mengakui ruas tol Suramadu mengalami peningkatan arus kendaraan saat ini karena kebutuhan pulang kampung dan rekreasi. "Sama sekali nggak untung, kita tekor, dari Rp 11 miliar kontrak 18 bulan, tekor dikit," ujarnya

Menyinggung soal permintaan agar Jasa Marga meneruskan pengelolaannya hingga akhir 2011, Frans mengakui pemerintah telah meminta untuk melanjutkan mengelola jembatan terpanjang di Indonesia itu. "Ini kewenangan PU (Kementerian Pekerjaan Umum) kita diminta sampai akhir tahun ini pengoperasiannya," jelasnya

Lebih lanjut kata Frans, belum selesainya proses tender terhadap operator jangka panjang tol Suramadu maka tak ada pilihan lain bagi perseroan untuk mengikuti permintaan pemerintah. Diharapkan pada awal 2012 nanti operator tol Suramadu yang baru sudah bisa terpilih untuk periode waktu yang lama. "Perpanjangan ini belum diproses, masak kita tinggal. Kita kerjakan saja dulu," imbuhnya

Sejatinya Jasa Marga menjadi operator sementara Suramadu berakhir hingga April 2011 setelah mengalami perpanjangan waktu 6 bulan yang kedua kalinya. Seharusnya masa operasi Jasa Marga di Suramadu berakhir 18 Desember 2010.

Pada Juni 2009 Jasa Marga memenangkan tender operator Jembatan (tol) Surabaya-Madura (Suramadu) untuk pengoperasian selama 18 bulan sampai akhir Desember 2010.

Terpilihnya perusahaan pelat merah itu berdasarkan tender yang digelar pada 29 Mei 2009 dan diputuskan pada 3 Juni 2009 itu.Pada waktu itu Jasa Marga berhasil menyisihkan pesaingnya yaitu PT Marga Bumi Mitra Raya yang saat ini menjadi operator Tol Surabaya-Gresik. **cahyo

BERITA TERKAIT

Jasa Marga Tegaskan Tak PHK Petugas Operasional - Elektrifikasi Gerbang Tol

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk menegaskan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.300 petugas…

Rini Instruksikan Jasa Marga dan WIKA - Terbitkan Komodo Bond

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk…

Obligasi Jasa Marga Bakal Dirilis November

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, PT Jasa Marga Persero Tbk (JSMR) segera menerbitkan obligasi global…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Prediksi Inflasi Dibawah 4%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan laju inflasi Indonesia bergerak ke arah…

Menkeu : Proyeksi IMF Berikan Kewaspadaan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi global Dana Moneter Internasional…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…