Sinarmas Pembeli Siaga Rights Issue Alam Karya

Kamis, 02/10/2014

PT Sinarmas Sekuritas menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam penawaran umum terbatas saham (rights issue) PT Alam Karya Unggul Tbk (AKKU). Sinarmas Sekuritas akan menggunakan kas internal,”Sinarmas Sekuritas juga bisa menyiapkan bank garansi untuk pembelian tersebut,”kata Direktur Utama Alam Karya Bambang, Adhi Pratomo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan, sebagai standby buyer, Sinarmas Sekuritas berpotensi menjadi pengendali baru Alam Karya. Hal itu akan terjadi bila pemegang saham lama tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Emiten plastik dan kemasan yang mendiversifikasi ke pertambangan ini berencana menerbitkan 1,51 miliar saham baru setara 23,3 persen melalui rights issue. Manajemen Alam Karya mengungkapkan, dana hasil rights issue dialokasikan untuk membiayai ekspansi serta pengambilalihan utang. Meski begitu, harga pelaksanaan belum ditetapkan.

Disebutkan, perseroan berniat mengakuisisi 99% saham PT Mulawarman Putera Abadi Sakti dan PT Mentara Bhakti Jaya Utama. Akuisisi akan dilakukan melalui anak usaha perseroan, PT Eka Swastika Sedaya. Alam Karya juga akan mengambil alih utang kedua perusahaan baru setelah akuisisi. Namun, perseroan belum bersedia mengungkapkan nilai transaksi serta jumlah utang yang akan dibayar.

Berdasarkan jadwal sementara, pencatatan HMETD Alam Karya di BEI akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2014. Periode perdagangan HMETD diperkirakan berlangsung selama 24-30 Oktober 2014. Adapun pendaftaran, pemesanan, pelaksanaan, dan pembayaran HMETD akan dilakukan pada periode sama selama perdagangan.

Periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD diproyeksi sekitar 28 Oktober hingga 3 November 2014. Jika semua berjalan lancar, tanggal akhir pembayaran pemesanan tambahan dijadwalkan pada 3 November 2014.

Sementara itu, modal dasar Alam Karya akan ditingkatkan menjadi 6,5 miliar saham atau setara Rp 650 miliar. Hal ini akan mengubah ketentuan anggaran dasar Pasal 4 Ayat 1 Alam Karya. Perseroan juga berniat membatalkan rencana private placement senilai Rp 7,01 miliar. Untuk meminta persetujuan atas seluruh rencana tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Oktober 2014. (bani)