Sinarmas Pembeli Siaga Rights Issue Alam Karya

PT Sinarmas Sekuritas menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam penawaran umum terbatas saham (rights issue) PT Alam Karya Unggul Tbk (AKKU). Sinarmas Sekuritas akan menggunakan kas internal,”Sinarmas Sekuritas juga bisa menyiapkan bank garansi untuk pembelian tersebut,”kata Direktur Utama Alam Karya Bambang, Adhi Pratomo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan, sebagai standby buyer, Sinarmas Sekuritas berpotensi menjadi pengendali baru Alam Karya. Hal itu akan terjadi bila pemegang saham lama tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Emiten plastik dan kemasan yang mendiversifikasi ke pertambangan ini berencana menerbitkan 1,51 miliar saham baru setara 23,3 persen melalui rights issue. Manajemen Alam Karya mengungkapkan, dana hasil rights issue dialokasikan untuk membiayai ekspansi serta pengambilalihan utang. Meski begitu, harga pelaksanaan belum ditetapkan.

Disebutkan, perseroan berniat mengakuisisi 99% saham PT Mulawarman Putera Abadi Sakti dan PT Mentara Bhakti Jaya Utama. Akuisisi akan dilakukan melalui anak usaha perseroan, PT Eka Swastika Sedaya. Alam Karya juga akan mengambil alih utang kedua perusahaan baru setelah akuisisi. Namun, perseroan belum bersedia mengungkapkan nilai transaksi serta jumlah utang yang akan dibayar.

Berdasarkan jadwal sementara, pencatatan HMETD Alam Karya di BEI akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2014. Periode perdagangan HMETD diperkirakan berlangsung selama 24-30 Oktober 2014. Adapun pendaftaran, pemesanan, pelaksanaan, dan pembayaran HMETD akan dilakukan pada periode sama selama perdagangan.

Periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD diproyeksi sekitar 28 Oktober hingga 3 November 2014. Jika semua berjalan lancar, tanggal akhir pembayaran pemesanan tambahan dijadwalkan pada 3 November 2014.

Sementara itu, modal dasar Alam Karya akan ditingkatkan menjadi 6,5 miliar saham atau setara Rp 650 miliar. Hal ini akan mengubah ketentuan anggaran dasar Pasal 4 Ayat 1 Alam Karya. Perseroan juga berniat membatalkan rencana private placement senilai Rp 7,01 miliar. Untuk meminta persetujuan atas seluruh rencana tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Oktober 2014. (bani)

BERITA TERKAIT

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…

MNC Bank Kantungi Izin OJK Rights Issue

PT Bank MNC Internasional Tbk atau MNC Bank siap melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) dengan hak memesan efek terlebih…

SUPR Bidik Dana Rights Issue Rp 773,55 Miliar

Cari modal di pasar, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berencana menggelar private placement (rights issue) tanpa Hak Memesan Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun…

Laba Bersih Acset Indonusa Tumbuh 27,14%

Di kuartal pertama 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat kenaikan laba bersih 27,14% menjadai Rp 38,92 miliar dibandingkan priode…

BEI Targetkan 2000 Investor di Sulawesi Utara

Sepanjang tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.000 investor.”Kami cukup optimis target investor ini…