Jumlah Hewan Kurban di Jabodetabek Meningkat 16%

Kamis, 02/10/2014

NERACA

Jakarta - Kementerian Pertanian memperkirakan jumlah hewan kurban 2014 di wilayah Jabodetabek meningkat antara 3-16% untuk ternak besar, yakni sapi dan kerbau dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Kesehatan Masyarkat Veteriner dan Pascapanen Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Akhmad Junaidi menyatakan untuk ternak kecil yakni kambing dan domba diperkirakan menurun dibandingkan tahun lalu.

Seusai melepas Tim Pemantau Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban 1435 H, dia mengungkapkan bahwa pada tahun 2013 jumlah hewan yang dipotong di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi untuk sapi dan kerbau sebanyak 28.996 ekor, sementara kambing dan domba 107.831 ekor.

Sedangkan pada tahun 2014, lanjutnya, untuk sapi dan kerbau diperkirakan mencapai 33.635 ekor, sementara kambing dan domba sekitar 111.066 ekor yang akan dipotong pada Hari Raya Idul Adha. “Jumlah DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) yang akan melakukan pemotongan hewan kurban di Jabodetabek diperikaran mencapai lebih dari 9.000 DKM,” katanya di Jakarta, Rabu (1/10).

Terkait hal itu Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menurunkan 100 petugas pengawas hewan kurban yang tergabung dalam Tim Bantuan Pengawasan Hewan Kurban 1435 H. Akhmad Junaidi ke 100 petugas tersebut terdiri dari dokter hewan dan paramedik yang akan ditugaskan memantau hewan kurban wilayah DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok.

Selain itu, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang selain itu Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bekasi. “Tugas tim nantinya melaksanakan supervisi pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, pemeriksaan antemortem dan posmortem,” katanya.

Selain itu, tambahnya, juga mengawasi penyembelihan serta penanganan daging dan jeroan hewan kurban selama hari Raya Kurban dan Hari Tasyrik. Akhmad Junaidi menyatakan selain 100 petugas dari Ditjen Peternakan, terdapat petugas lain, yakni 149 petugas medik, 105 paramedik, tenaga IPB 678 orang. Secara kesuluruhan petugas yang diturunkan untuk memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini sebanyak 1.440 orang.

Permintaan Menurut

Sementara itu, sejumlah pedagang hewan kurban di Jakarta Selatan merasakan kelesuan terhadap permintaan. Pasalnya, mendekati hari raya Idul Adha hewan kurban dagangan mereka belum juga mendapatkan respon positif dari konsumen padahal pada tahun sebelumnya menjelang hari raya penjualan hewan kurban semakin menggeliat.

Salah seorang pedagang hewa kurban di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Syamsul mengatakan permintaan hewan kurban menurun seiring harga hewan kurban tersebut mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah. “Empat hari menjelang lebaran, permintaan sapi, kambing dan domba kurban berkurang dibanding permintaan hari sebelumnya,” kata Syamsul.

Ia menjelaskan, penjualan hewan kurban tahun ini agak melesu, apalagi mendekati Hari Raya Idul Adha semakin berkurang, karena jauh-jauh hari masyarakat sudah membeli hewan kurban untuk mesiasati harga hewan kurban itu. "Dalam dua hari terakhir, hewan kurban yang laku terjual hanya lima ekor saja, dibanding penjualan sebelumnya mencapai 10 hingga 15 ekor per hari," ujarnya.

Ia mengatakan, penurunan permintaan hewan kurban ini karena harga yang mengalami kenaikan seiring harga hewan di daerah asal juga mengalami kenaikan.

Harga kambing kurban rata-rata mengalami kenaikan harga mencapai Rp300 hingga Rp500 ribu per ekor, sedangkan untuk sapi kenaikannya rata-rata Rp1 juta per ekor. "Harga hewan kurban ini cukup bervariasi, tergantung berat semakin berat ukuran hewan kurban maka akan semakin mahal. Harga standar kambing Rp3 juta dan harga standar sapi kurban Rp15 juta per ekor," ujarnya.

Demikian juga, Safii pedagang hewan kurban lainnya, mengatakan permintaan hewan kurban mulai berkurang dan diperkirakan akan terus berkurang hinggga hari H lebaran. "Kondisi penjualan hewan kurban ini agak berbeda dibanding tahun lalu yang masih stabil hingga hari H Idul Adha," ujarnya.

Ia mengaku, kurang mengetahui pasti penyebab penurunan permintaan hewan kurban tahun ini, namun demikian, penurunan ini mungkin dikarenakan pengesahan Undang-undang Pilkada, Pemilihan Presiden dan aksi demontrasi masyarakat menolak kebijakan pemeritah lainnya.

Selain itu, penertiban pedagang hewan kurban kemarin juga mempengaruhi permintaan masyarakat. "Penertiban pedagang hewan kurban yang dilakukan Satpol PP kemarin cukup memberikan dampak terhadap penjualan hewan kurban yang mengalami penurunan yang cukup drastis," ujarnya.