Japfa Comfeed Akuisisi Nusa Prima Logistik - Investasikan Dana Rp 218,75 Juta

NERACA

Jakarta – Emiten pakan ternak, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melakukan perjanjian kerja sama dengan PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) dan PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) terkait dengan PT Nusa Prima Logistik (NPL).

Sekretaris Perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Maya Pradjono mengatakan, akta jual beli saham PT Nusa Prima Logistik bernilai transaksi sebesar Rp 218,75 juta,”Kami akan memiliki sebanyak 17,5% saham di NPL yang telah menandatangani MoU dengan PT Terminal Teluk Lamong," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Maya menguraikan bahwa PT Terminal Teluk Lamong telah memiliki hak untuk mengoperasikan terminal curah kering,”Kerja sama tersebut untuk memiliki, mengoperasikan dan menggunakan gudang di terminal curah kering di Indonesia,”paparnya.

Tercatat sepanjang semester pertama tahun ini, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester pertama tahun ini sebesar Rp321,8 miliar. Angka itu merosot 34,22% dibanding paruh pertama tahun lalu sebesar Rp489,17 miliar. Sedangkan laba per saham dasar perseroan menyusut menjadi Rp30 per lembar dibanding semester I tahun lalu sebesar Rp46 per lembar.

Disebutkan, turunnya laba bersih perusahaan akibat naiknya sejumlah beban. Adapun penjualan bersih perseroan sepanjang enam bulan ini tumbuh 18,12% menjadi Rp12,19 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,32 triliun. Naiknya penjualan tersebut diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp10,36 triliun dari Rp8,48 triliun.

Di samping itu, beban penjualan perusahaan meningkat menjadi Rp247,74 miliar dari Rp221,28 miliar, beban bunga bertambah menjadi Rp332,9 miliar dari Rp220,4 miliar, beban umum dan administrasi melonjak menjadi Rp838,65 miliar dari Rp707,52 miliar dan membukukan kerugian transaksi derivatif sebesar Rp7,64 miliar.

Kendati demikian, perseroan berhasil membukukan keuntungan kurs mencapai Rp20,59 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu rugi Rp15,52 miliar dan laba lain-lain bersih Rp27,51 miliar dari sebelumnya rugi Rp19,87 miliar. Jumlah aset perusahaan pada akhir Juni 2014 tercatat sebesar Rp16,16 triliun, dengan total utang sebesar Rp10,87 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp14,92 triliun, dengan total utang Rp9,67 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

BTN Salurkan Dana CSR Rp 1,5 Miliar Selama Ramadan

Komitmen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbagi di bulan Ramadan diwujudkan dengan menggelontorkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau…

Masalah Logistik Pilkada dan DPT Dapat Menunda Pilkada?

Oleh : Bayu K, Pemerhati Kebijakan Publik Persoalan daftar pemilih masih menjadi permasalahan yang hingga kini belum terselesaikan dengan baik,…

KSEI Catatkan Jumlah Investor 1,3 Juta

NERACA Jakarta – Seiring agresifnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkampanyekan program Yuk Nabung Saham, kini jumlah investor lokal di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…