Pembangunan Graha Tunda Rights Issue

Kamis, 02/10/2014

NERACA

Jakarta – Dengan alasan tim penilai untuk rights issue mengundurkan diri, menjadi alasan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) membatalkan niatan perseroan untuk melakukan penawaran umum terbatas (PUT) IV dengan memesan efek terlebih dahulu atau right issue,”Pembatalan ini terpaksa kami lakukan karena pengunduran diri tim penilai dilakukan secara tiba-tiba sehingga tidak memungkinkan kami untuk mencari tim penilai pengganti," kata Presiden Direktur PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk, Nicholas Spassky Hutapea dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (1/9).

Menurut Nicholas, apabila perseroan memakai tim penilai pengganti dipastikan tidak bisa menyelesaikan laporan penilaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan penggunaan laporan keuangan Juni 2014. Oleh karena itu, perseroan memaksa untuk membatalkan rencana penerbitan saham baru tersebut.

Sebelumnya Presiden Direktur PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Handrata Sadeli pernah bilang, memanasnya politik dalam negeri menjadi sentiment negatif terhadap pelaku pasar dan kondisi ini cukup mempengaruhi aksi korporasi, seperti penerbitan saham perdana (IPO), penawaran umum terbatas (PUT) atau "right issue" dan surat utang atau obligasi."Beberapa perusahaan menunda menerbitkan obligasinya dan rights issue'," ungkapnya.

Asal tahu saja, pembatalan rights issue tidak hanya dialami PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. Namun hal yang sama juga dilakoni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk rights issue. Padahal sejatinya, penerbitan saham baru tersebut bakal digunakan perseroan untuk melunasi utang. Namun dengan berbagai alasan, akhirnya perseroan memutuskan menunda aksi korporasi rights issue sebanyak 12,65 miliar saham senilai Rp 3,16 triliun atau sekitar US$ 275 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, perseroan bakal mengubah rencana tersebut dalam waktu singkat. Semula hasil pengeluaran saham itu akan digunakan untuk pembayaran utang kepada kreditur-kreditur perseroan. Direktur PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava menuturkan, perseroan melihat peluang positif untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan para kreditur guna melakukan pembicaraan lebih lanjut,”Dengan pembatalan rencana pengeluaran saham baru sebanyak 12,65 miliar saham tidak ada lagi perubahan dari rencana penggunaan dana. Rencana penggunaan dana masih sesuai prospektus PUT IV perseroan," ujar Dileep.

Kemudian untuk penerbitan obligasi, ada beberapa emiten yang menunda menerbitkan obligasi dollar AS, seperti PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) melalui anak usahanya Berau Capital Resources II Pte Ltd,menunda menerbitkan obligasi dollar sebesar US$ 450 juta dan selanjutnya disusul PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang menyatakan menunda rencana penerbitan obligasi global untuk mendanai ekspansi bisnisnya. Selanjutnya, perseroan akan memilih pembiayaan lewat pinjaman perbankan.

Sinar Pantja Djaja (SPD) berniat menerbitkan global bond senilai US$200 juta. Nantinya, dana hasil penerbitan global bond tersebut akan digunakan untuk membayar penuh pinjaman investasi perseroan dan SPD serta menunjang kebutuhan umum perseroan. (bani)