Tekan Wabah Rabies, Pemprov DKI Gandeng Swasta

Sabtu, 04/10/2014

NERACA

Dalam rangka memperingati Hari Rabies se-Dunia, yang jatuh pada 28 September setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut upaya kemitraan dengan pihak swasta dan elemen masyarakat, seperti melalui kampanye edukasi SEHATi Lindungi dengan Novartis dan JAAN guna mencapai Indonesia Bebas Rabies 2020.

“Fokus utama peningkatan kesehatan yang tercakup dalam kampanye ini adalah upaya pencegahan melalui vaksinasi untuk manusia khususnya pemilik hewan,” ucap Ir. Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh badan-badan pemerintahan terkait, selama tahun 2013,

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berhasil menekan jumlah kasus gigitan hewan penular rabies, dari 84.750 kasus di tahun 2012 menjadi 65.097 kasus.

Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM, SH, MSi, SpF(K), Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kementerian Kesehatan RI mengatakan, pemerintah, melalui Kemenkes dan DinasKesehatan terus mengupayakan pemberantasan rabies, yang secara internasional telah diakui, bahwa penyakit ini sebenarnya 100% dapat dicegah. Selain melindungi hewan, tindakan yang dilakukan yaitu menekan penularan rabies ke manusia.

Vaksinasi rabies merupakan cara yang efektif dan direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia

(WHO) untuk menekan angka kasus rabies. Vaksinasi rabies, selain dapat melindungi orang-orang

yang berisiko tinggi tertular rabies, juga dapat diberikan kepada orang setelah kontak dengan hewan

yang diduga atau diyakini mengidap rabies.

“Kasus rabies kerap ditemukan di daerah, di mana vaksin rabies tidak selalu siap sedia atau akses vaksinasi maupun pengobatan rabies masih sangat rendah, menjadikan rabies salah satu penyakit yang kini tergolong dalam penyakit tropis terabaikan, sehingga kesadaran masyarakat akan langkah pencegahan dan pengobatan rabies masih rendah,” tuturnya.

Tahun ini, JAAN bermitra dengan Novartis serta Pemprov DKI Jakarta, melihat adanya keperluan

untuk menginformasikan kepada masyarakat, terutama pemilik hewan peliharaan, mengenai bentuk

tanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan peliharaan dan diri sendiri, salah satunya melalui vaksinasi bagi pemilik hewan yang dapat mencegah terjadinya penularan penyakit dari hewan ke

manusia.

Melalui kampanye SEHATi Lindungi, masyarakat diharapkan untuk dapat terus mengingat 3 langkah

sederhana pengobatan rabies untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Langkah pertama yang tepat adalah dengan membersihkan luka dengan air mengalir yang bersih dan sabun atau deterjen untuk

membersihkan sisa air liur yang mengandung virus. Langkah berikutnya adalah dengan mendapatkan pengobatan medis dengan mengunjungi pusat kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan cuci

kembali. Langkah terakhir adalah pemberian serum anti-rabies dan vaksin bagi manusia.

Dalam rangka memperingati Hari Meningitis se-Dunia 24 April 2014, telah diselenggarakan diskusi media bersama pakar wisata mengenai persiapan penting yang sebaiknya dilakukan sebelum berwisata, seperti vaksinasi meningitis sebelum ke negara endemis.

“Pada kesempatan kali ini Novartis, melalui SEHATi Lindungi, mengangkat rabies sebagai wujud kepedulian sosial dari perusahaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan penyakit menular dengan vaksinasi bagi manusia terutama pemilik hewan peliharaan,” ucap dr. Helena Rahayu, chief market access and government affairs officer, PT Novartis Indonesia.