FFI Gelar Bimbingan Teknis Tematik K-13

Sabtu, 04/10/2014
NERACA Sebagai kurikulum yang disempurnakan, Kurikulum 2013(K-13) didesain untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi lebih produktif, inovatif, kreatif, afektif melalui sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Namun, meski sudah berjalan selama satu tahun masih banyak guru yang belum memahami kurikulum tersebut. Guru belum paham mengenai kompetensi inti dan kompetensi dasar. Guru SD juga belum siap dengan pendekatan tematik integratif karena memerlukan perubahan paradigma mengajar guru. Penilaian proses dan hasil pembelajaran yang bersifat kuantitatif dan kualitatif, menjadikan Kurikulum 2013 tidak lugas sehingga gagal dipahami para guru. Dalam rangka menyukseskan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013, Frisian Flag Indonesia (FFI) berinisiatif untuk melaksanakan program bimbingan teknis tematik Kurikulum 2013 bagi para guru Sekolah Dasar. Dengan menggandeng Unit Implementasi Kurikulum Pusat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, FFI mengadakan pelatihan tambahan berdurasi dua hari kepada para guru sekolah dasar dengan memberikan pemahaman tentang gizi kepada guru-guru sekolah dasar. "Saya berharap K-13 bisa terus dilanjutkan hingga kepemimpinan Jokowi-JK karena ini masih satu jalan dengan revolusi mental yang diusung Jokowi. Kurikulum 2013 memberikan tiga kompetensi sekaligus, yakni pengetahuan keterampilan dan sikap. Maka diharapkan guru memberikan motivasi apapun bakat anak,”ujar Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S., Wamendikbudsaat memberikan bimbingan teknis tematik kurikulum 2013 di depan 50 guru sekolah dasar se-Jakarta di kantor Frisian Flag di Jakarta belum lama ini Program pelatihan ini merupakan pilot project Frisian Flag Indonesia, bekerjasama dengan Unit Implementasi Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang dilangsungkan di dua kota Jakarta dan Surabaya. Program bimbingan teknis yang merupakan pilot project Frisian Flag Indonesia ini diadakan di dua kota besar Indonesia yaitu Surabaya dan Jakarta. Program bimbingan yang diadakan di Surabaya telah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu dengan diikuti oleh 50 guru di Surabaya dan sekitarnya. Usai mengikuti program pelatihan selama dua hari ini diharapkan para guru mendapatkan pemahaman lebih sehingga dapat memberikan pendidikan tentang gizi yang tepat dan seimbang kepada peserta didiknya sesuai dengan pendekatan Kurikulum 2013 Tematik Terpadu. Kerjasama ini juga merupakan bagian dari wujud komitmen FFI dalam meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia melalui asupan gizi, minum susu dan aktivitas fisik melalui kelanjutan kampanye Gerakan Nusantara (MiNUm Susu TiAp Hari UNTuk Anak CeRdas Aktif IndonesiA).Tahun ini, program Gerakan Nusantara 2014 dikembangkan oleh FFI melalui kemitraan dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).