35.000 Mahasiswa Bersaing di OSN - Pertamina

Sabtu, 04/10/2014

Para mahasiswa berprestasi yang merupakan calon pemimpin masa depan harus didukung pengembangannya.

NERACA

Globalisasi, sebuah kecendrungan yang sulit dihindari. Dalam sekejap, satu negara dengan negara lain tidak lagi ada batasan, termasuk persaingan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sudah tidak lagi dibatasi wilayah geografis. Dalam hal ini, persaingan SDM Indonesia adalah melawan SDM bangsa-bangsa lain.

SDM yang berdaya saing tinggi merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan untuk memenangkan dan menangkap peluang yang ada. Oleh karena itu, pengembangan SDM harus ditekankan pada penguasaan kompetensi yang fokus pada suatu bidang tertentu, yang pada gilirannya akan mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Tingginya kualitas SDM Indonesia terlihat dari kegemilangannya di berbagai kompetisi ilmu pengetahuan bertaraf internasional. Pada 2013 misalnya, dua tim mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor memenangi kompetisi pangan internasional "Developing Solutions for Developing Countries Competition" di Chicago, Amerika Serikat, yang diselenggarakan Institute of Food Technologists Student Association, salah satu bagian di bawah Institute of Food Technologists .

Tahun sebelumnya, dua anak Indonesia juga berhasil menyabet emas di Asian Physics Olympiad/APhO di India. Dalam kompetisi robot dunia (Robogames) di Amerika Serikat, anak Indonesia sukses menyumbang tiga medali, dua di antaranya emas. Sedangkan pada 2011, Indonesia juga langganan medali di Olimpiade Matematika

Guna mempertahankan dan memantapkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya berprestasi untuk kepentingan pembangunan bangsa, dan dapat menjadi bagian dari penyelesaian berbagai masalah yang timbul di masyarakat dan daerahnya, Pertamina kembali menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2014 (OSN-Pertamina 2014) bekerjasama dengan perguruan tinggi di seluruh propinsi di Indonesia.

Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Karen Agustiawan menyampaikan OSN-Pertamina sebagai sarana mencetak generasi yang handal dan dapat berkontribusi bagi negara.

“Kami berharap melalui OSN ini, akan lahir individu-individu cemerlang, yang berperan akif dalam pembangunan bangsa, memiliki kepekaan terhadap permasalahan bangsa, dan terus melatih diri untuk berkontribusi memberikan solusi. Di masa mendatang Karen juga berharap agar OSN-Pertamina bisa dikembangkan sebagai kompetisi sains tingkat ASEAN,” ujar dia

Ajang tahunan dimana kali ini telah memasuki tahun ke-7, OSN-Pertamina 2014 dilaksanakan secara serentak di 33 provinsi dari 44 Perguruan Tinggi Mitra di Indonesia. Dengan tema “Inovasi Sobat Bumi Untuk Masa Depan Generasi”, OSN-Pertamina 2014 tahun ini memperebutkan hadiah total senilai Rp 2 milyar.

Babak seleksi provinsi, merupakan tahap penyisihan pertama OSN-Pertamina 2014 yang kemudian akan dilanjutkan dengan seleksi tingkat nasional. Tahun ini jumlah peserta mencapai 35.000 mahasiswa, melebihi peserta tahun 2013 yang mencapai 25.282 mahasiswa.

Perwakilan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengharapkan agar kegiatan OSN Pertamina 2014 ini dapat terus terselenggara, “Melalui Science Olympic Games yang melibatkan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia ini nantinya dapat membangun awareness dan acceptance mahasiswa Indonesia di bidang ilmu sains dan teknologi”.

OSN-Pertamina 2014 terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri atau swasta di seluruh Indonesia, dari semua program studi atau jurusan. Pada penyelenggaraan OSN-Pertamina 2014, untuk Kategori Teori tetap akan mengkompetisikan empat bidang, yaitu bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Adapun, untuk Kategori Proyek Sains akan dikompetisikan karya cipta dari tiga bidang, yaitu bidang Aplikasi Perangkat Lunak (APL), Rancang Bangun (RB) dan Produk Unggulan (PU). Terakhir kategori proyek yang juga akan diselesaikan melalui dua babak, yaitu Babak Penyisihan dan Babak Final Tingkat Nasional.

Penyelenggaraan OSN-Pertamina 2014 terdiri atas enam tahap, yakni sosialisasi dan koordinasi yang melibatkan panitia pusat dan daerah, publikasi dan registrasi peserta secara online dan manual, seleksi tingkat provinsi, atau babak penyisihan serentak di 33 provinsi di Indonesia.

Pada seleksi tingkat propinsi, peserta kategori teori menghadapi tes tulis berupa pilihan ganda yang menguji tingkat pemahaman mahasiswa terhadap bidang yang mereka pilih. Seleksi pada kategori teori ini dilaksanakan dengan mengikuti penyempurnaan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Harapannya, penyempurnaan tersebut bisa memberikan kesempatan yang merata bagi mahasiswa berprestasi di setiap propinsi di seluruh Indonesia untuk mengukir prestasi.

Sementara itu, pada seleksi ini peserta kategori proyek sains mengumpulkan proyeknya dalam bentuk proposal proyek sains. Panitia pusat akan mengevaluasi proposal tersebut dan menentukan sepuluh tim terbaik tiap bidang untuk presentasi secara online. Selain itu, semua tim juga wajib membuat poster sehubungan dengan proyeknya untuk menentukan pemenang poster terbaik di tingkat propinsi.

Apabila peserta berhasil memperoleh nilai tertinggi pada seleksi tingkat propinsi ini, maka mereka berhak untuk mengikuti babak final tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Indonesia pada 22-28 November 2014. Tim kategori proyek sains yang lolos seleksi babak penyisihan juga akan mempresentasikan hasil proyek sains sesuai dengan proposalnya pada babak final tersebut.