Internet Blackout, Wacana Kiamatnya Internet Indonesia

Sabtu, 04/10/2014

Internet memang menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kemajuan zaman dan kemajuan teknologi akhirnya memaksa manusia untuk terus maju dan berkembang, jadi memang tidak heran bila akhirnya manusia menggantungkan hidupnya pada teknologi. Tidak terbayangkan bila sehari-hari manusia harus melaluinya tanpa teknologi, teknologi memang sangat membantu dan mempermudah kegiatan manusia.

Jadi bayangkan saja bila salah satu dari produk teknologi yaitu internet harus mati, tidak hanya anak muda yang sibuk dengan sosial medianya saja yang akan kecewa, tapi seluruh kegiatan didunia akan terganggu. Bayangkan saja berapa banyak perusahaan ataupun perkantoran yang menggunakan dan menggantukan nyawanya dengan internet, dan bayangkan saja berapa perusahaan yang nantinya akan meraup kerugian akibat matinya internet.

Internet Blackout atau matinya koneksi internet di Indonesia memang telah menjadi perbincangan yang sangat hangat, hal ini sendiri merupakan salah satu bentuk menyikapi persoalan polemik hukum yang mengancam keberadaan para perusahaan penyedia jasa internet (ISP). Hal ini memang menimbulkan ketakutan yang sangat besar bagi pengguna internet, khususnya mereka yang menggantungkan hidupnya melalui internet. Bayangkan saja berapa banyak Bank yang nantinya tidak akan berfungsi dan perekonomian pun akan mati total.

Nantinya memang akan ada banyak konsekuensi yang mau tak mau mesti dihadapi jika internet blackout di Indonesia benar-benar terjadi. Dikutip dari Dailysocial, Onno W. Purbo, seorang pakar IT Indonesia yang juga menggalang petisi online mengenai permasalahan ini. Ia menuturkan, ada tiga konsekuensi besar yang bakal menjadi dampak negatif jika para ISP benar-benar mematikan koneksi internet dalam beberapa waktu ke depan.

Dikutip dari halaman petisinya di Change.org, berdasarkan beberapa referensi valid yang ia ambil, “kiamat internet” bagi Indonesia ini akan berdampak secara sistemik terhadap industri finansial. Bayangkan transaksi keuangan yang mencapai ratusan miliar per harinya nantinya akan terhenti. Hal ini sendiri terjadi berhubung berbagai industry kini telah menggunakan jaringan internet, memang menurut beberapa data rata-rata transaksi keuangan mencapai sebesar Rp 1,5 miliar per menit yang jika dijumlahkan bisa mencapai Rp 90 miliar per jamnya.

Selain akses perbangkan yang akan mati, kerugian juga akan menghantui para pengguna internet di Indonesia yang menurut data sebanyak 71 juta pengguna internet. Kerugian ini pun akan melanda industry bisnis online yang kini telah bergantung pada akses internet, dengan begitu akan banyak pengguna ataupun pembisnis online yang akan merugi. Tidak hanya itu, para investor asing dan pemain industry pun akan mendulang banyak kerugian dan akan meninggalkan Jakarta.

Wacana internet blackout atau kiamatnya internet Indonesia ini memang memberikan ketakutan yang sangat mendalam, karena tidak hanya satu orang saja yang akan dirugikan, namun semua orang nantinya akan ikut merasakan kerugiannya. Sayangnya wacana ini ada ditengah harapan kemajuan teknologi dan internet Indonesia.

Menurut Onno, otomatis target dari 50% bangsa Indonesia bisa mengakses internet di tahun 2015 tidak akan tercapai. Dengan begini, upaya besar yang telah dijalankan seperti misalnya yang dilakukan oleh MNC, Telkom Akses, dan beberapa entitas lain yang sama-sama memiliki target perluasan jangkauan internet di seluruh wilayah Indonesia akan berakhir sia-sia.

Tak ada harapan lain lagi selain berharap bahwa wacana ini bisa berlalu begitu saja. Seperti yang telah kami katakan beberapa waktu lalu, pembuatan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggara jasa internet adalah harga mati yang tak bisa ditawar. Dalam petisinya, Onno juga menuntut agar pemerintah bisa kembali ke UU Telekomunikasi yang melindungi, serta membenarkan para ISP untuk bisa menyewa bandwidth ke operator tanpa perlu izin frekuensi.

Semoga saja akhirnya wacana ini berlalu begitu saja, selain agar tidak ada yang akan merugi, ini juga demi bangsa Indonesia agar dapat bisa lebih maju dan memajukan teknologi internet yang kini mulai membaik. Pada akhirnya berharapan semua pihak, terutama pihak-pihak yang yang ikut terlibat dan juga pemerintah dapat lebih fokus dalam memajukan bangsa dan keluar dari pertikaian yang ada.