Internet Blackout, Wacana Kiamatnya Internet Indonesia

Internet memang menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kemajuan zaman dan kemajuan teknologi akhirnya memaksa manusia untuk terus maju dan berkembang, jadi memang tidak heran bila akhirnya manusia menggantungkan hidupnya pada teknologi. Tidak terbayangkan bila sehari-hari manusia harus melaluinya tanpa teknologi, teknologi memang sangat membantu dan mempermudah kegiatan manusia.

Jadi bayangkan saja bila salah satu dari produk teknologi yaitu internet harus mati, tidak hanya anak muda yang sibuk dengan sosial medianya saja yang akan kecewa, tapi seluruh kegiatan didunia akan terganggu. Bayangkan saja berapa banyak perusahaan ataupun perkantoran yang menggunakan dan menggantukan nyawanya dengan internet, dan bayangkan saja berapa perusahaan yang nantinya akan meraup kerugian akibat matinya internet.

Internet Blackout atau matinya koneksi internet di Indonesia memang telah menjadi perbincangan yang sangat hangat, hal ini sendiri merupakan salah satu bentuk menyikapi persoalan polemik hukum yang mengancam keberadaan para perusahaan penyedia jasa internet (ISP). Hal ini memang menimbulkan ketakutan yang sangat besar bagi pengguna internet, khususnya mereka yang menggantungkan hidupnya melalui internet. Bayangkan saja berapa banyak Bank yang nantinya tidak akan berfungsi dan perekonomian pun akan mati total.

Nantinya memang akan ada banyak konsekuensi yang mau tak mau mesti dihadapi jika internet blackout di Indonesia benar-benar terjadi. Dikutip dari Dailysocial, Onno W. Purbo, seorang pakar IT Indonesia yang juga menggalang petisi online mengenai permasalahan ini. Ia menuturkan, ada tiga konsekuensi besar yang bakal menjadi dampak negatif jika para ISP benar-benar mematikan koneksi internet dalam beberapa waktu ke depan.

Dikutip dari halaman petisinya di Change.org, berdasarkan beberapa referensi valid yang ia ambil, “kiamat internet” bagi Indonesia ini akan berdampak secara sistemik terhadap industri finansial. Bayangkan transaksi keuangan yang mencapai ratusan miliar per harinya nantinya akan terhenti. Hal ini sendiri terjadi berhubung berbagai industry kini telah menggunakan jaringan internet, memang menurut beberapa data rata-rata transaksi keuangan mencapai sebesar Rp 1,5 miliar per menit yang jika dijumlahkan bisa mencapai Rp 90 miliar per jamnya.

Selain akses perbangkan yang akan mati, kerugian juga akan menghantui para pengguna internet di Indonesia yang menurut data sebanyak 71 juta pengguna internet. Kerugian ini pun akan melanda industry bisnis online yang kini telah bergantung pada akses internet, dengan begitu akan banyak pengguna ataupun pembisnis online yang akan merugi. Tidak hanya itu, para investor asing dan pemain industry pun akan mendulang banyak kerugian dan akan meninggalkan Jakarta.

Wacana internet blackout atau kiamatnya internet Indonesia ini memang memberikan ketakutan yang sangat mendalam, karena tidak hanya satu orang saja yang akan dirugikan, namun semua orang nantinya akan ikut merasakan kerugiannya. Sayangnya wacana ini ada ditengah harapan kemajuan teknologi dan internet Indonesia.

Menurut Onno, otomatis target dari 50% bangsa Indonesia bisa mengakses internet di tahun 2015 tidak akan tercapai. Dengan begini, upaya besar yang telah dijalankan seperti misalnya yang dilakukan oleh MNC, Telkom Akses, dan beberapa entitas lain yang sama-sama memiliki target perluasan jangkauan internet di seluruh wilayah Indonesia akan berakhir sia-sia.

Tak ada harapan lain lagi selain berharap bahwa wacana ini bisa berlalu begitu saja. Seperti yang telah kami katakan beberapa waktu lalu, pembuatan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggara jasa internet adalah harga mati yang tak bisa ditawar. Dalam petisinya, Onno juga menuntut agar pemerintah bisa kembali ke UU Telekomunikasi yang melindungi, serta membenarkan para ISP untuk bisa menyewa bandwidth ke operator tanpa perlu izin frekuensi.

Semoga saja akhirnya wacana ini berlalu begitu saja, selain agar tidak ada yang akan merugi, ini juga demi bangsa Indonesia agar dapat bisa lebih maju dan memajukan teknologi internet yang kini mulai membaik. Pada akhirnya berharapan semua pihak, terutama pihak-pihak yang yang ikut terlibat dan juga pemerintah dapat lebih fokus dalam memajukan bangsa dan keluar dari pertikaian yang ada.

BERITA TERKAIT

BPS: Penurunan Angka Kemiskinan di Indonesia Lambat

BPS: Penurunan Angka Kemiskinan di Indonesia Lambat NERACA Bogor - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia terus…

Percepatan Infrastruktur dan Transformasi Ekonomi Indonesia

Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Visi besar para Founding Father Indonesia terefleksi dalam Pembukaan UUD 1945 alenia…

Perusahaan Indonesia Perlu Tingkatkan Sistem Pencegahan Korupsi

Perusahaan Indonesia Perlu Tingkatkan Sistem Pencegahan Korupsi NERACA Jakarta - Berbagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia, baik itu swasta maupun…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Mencegah Penyalahgunaan NIK - Kemkominfo Perbaiki Fitur Cek Nomor Registrasi

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Ahmad M Ramli memastikan bahwa pihaknya akan memperbaiki fitur cek nomor registrasi sehingga nantinya…

Menghindari Virus Pada Smartphone

Selain bisa merusak komputer, virus, dan malicious software (malware) juga kerap menyerang smartphone. Berbagai risiko mungkin terjadi ketika smartphone terkena…

Ponsel Harga Terjangkau - Kulik Spesifikasi dan Kecanggihan Redmi Note 5A

Xiaomi selama tahun-tahun belakangan ini terkenal menghadirkan ponsel yang lebih murah dibandingkan merk lain, namun, dengan spesifikasi yang tidak kalah…