Astra Mendulang Untung Dari Proyek Pemerintah

Tingkatkan Performance

Rabu, 01/10/2014

NERACA

Jakarta – Komitmen pemerintahan baru yang akan terus melanjutkan program pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, menjadi kabar positif bagi pelaku pasar dan termasuk emiten bidan konstruksi dan turunanya. Alasannya, dengan banyaknya proyek infrastruktur yang digalakkan pemerintah akan memberikan peluang peningkatan kinerja.

Pertimbangan inilah yang dilakukan PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang akan menangkap peluang tersebut dengan membidik proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Direktur Utama PT Astra Internasional Tbk, Pirjono Sugiarto mengatakan, perseroan akan turut berpartipasi dalam visi misi tersebut, terutama jika memberikan prospek yang menguntungkan,”Kalau ada return baik kami pasti tertarik masuk, baik port yang hangat dibicarakan, sejauh mana bisa dapatkan return baik,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara, terkait belanja modal (capital expenditure) perseroan menganggarkan Rp15 triliun sampai Rp17,5 triliun. Sebelumnya, pada 2013 perseroan juga menganggarkan capex sebesar Rp13 triliun, atau terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dimana realisasi belanja modal hingga semester pertama tahun ini terserap 40% untuk menyelesaikan jalan tol Kertosono dan pembangunan minyak goreng di Mamuju.

Tahun ini, PT Astra Internasional Tbk menganggarkan modal belanja sebesar Rp20 triliun. Disebutkan, belanja modal tahun ini meningkat sekitar Rp7 triliun dari tahun lalu yang hanya Rp13 triliun. Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi. Di tahun ini perseroan mengakui investasi akan fokus ke beberapa unit usaha dengan melakukan ekspansi.

Tercatat sampai Juli 2014, PT Astra Internasional Tbk memiliki kapitalisasi pasar saham dengan nilai sebesar Rp 312,73 triliun. Disebutkan, dengan nilai kapitalisasi pasar tersebut. Maka Astra Internasional telah berhasil menggeser PT HM Sampoerna Tbk ke posisi kedua dengan jumlah kapitalisasi pasar sebesar Rp305,49 triliun. Sebelumnya, pada periode Juni 2014, kapitalisasi pasar saham HM Sampoerna tercatat sebanyak Rp294,97 triliun dan Astra menempel ketat dengan nilai kapitalisasi pasar Rp294,51 triliun.

Di semester pertama tahun ini, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 9,8 triliun atau naik 11% dari periode yang sama 2013 Rp 8,8 triliun. Perolehan laba bersih itu berasal dari pendapatan bersih Astra sepanjang enam bulan pertama tahun 2014 mencapai Rp 101,5 triliun, naik 8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 94,3 triliun. (bani)