Tambah Modal, PTPP Rilis MTN Rp 300 Miliar

Rabu, 01/10/2014

NERACA

Jakarta – Perkuat modal untuk mendanai ekspansi bisnisnya kedepan, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) bakal menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) XXI senilai Rp300 miliar. Kata Direktur Keuangan PTPP Tumiyana, janga waktu MTN XXI tersebut selama 3 tahun, sehingga akan jatuh tempo pada 26 September 2017,”Adapun tingkat bunga MTN XXI sebesar 9,8%,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (30/9).

Adapun mekanisme dan wilayah penawaran MTN XXI adalah penawaran terbatas (private placement) di wilayah Indonesia dan penawaran terbatas ini dilaksanakan oleh PT mandiri Sekuritas. Sedangkan pihak yang telah membeli MTN tersebut adalah satu investor institusi senikai Rp300 miliar.

Selain telah merilis satu MTN, perusahaan konstruksi plat merah ini juga telah melunasi MTN XVI, MTN XVII Tahap I, MTN XVII Tahap II Seri A, MTN XVII Seri B, MTN XVII, MTN XVIII A, dan MTN XVIII B, dengan total pelunasan mencapai Rp530 miliar. Tidak hanya itu, aksi korporasi lainnya, perseroan bersama dengan PT Pelindo I dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melakukan pembentukan perusahaan patungan, yakni PT Prima Multi Terminal.

Menurut Tumiyana, perseroan menyetorkan modal awal sebesar Rp 52,2 miliar dengan mendapatkan porsi kepemilikan saham sebesar 30%,”Keikutsertaan kami dalam perusahaan patungan ini dalam rangka implementasi sinergi antar-BUMN sesuai dengan kebijakan pemerintah dan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan perseroan serta melaksanakan rencana di bidang pengembangan investasi sehingga kami melakukan kerja sama pengoperasian dan pengelolaan terminal pelabuhan di wilayah Pelindo I," katanya.

Lebih lanjut, Tumiyana menyebutkan PT Prima Multi Terminal dibuat berdasarkan Akta Nomor 4 tanggal 26 September 2014 di hadapan Notaris Tuti Sumarni SH dan bergerak di bidang perdagangan umum dan jasa terkait pelabuhan. Modal dasar perusahaan sebesar Rp 580 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 174 miliar."Komposisi kepemilikan saham kami sebesar 30%. Pelindo I memiliki saham sebesar 55% dan Waskita Karya sebesar 15%. Perusahaan ini berlokasi di Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara,”paparnya.

Aksi korporasi lainnya, perseroan berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PTPP Properti pada tahun 2015, setelah sukses melakukan spin off pada tahun 2013. Disebutkan, IPO PP Properti ditargetkan dapat menggalang dana segar dengan kisaran Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun.

Rencananya, IPO tersebut akan dilakukan pada awal kuartal pertama 2015 dan akan melepas 30% saham. Perseroan berharap dengan go public, PTPP Properti bisa meningkatkan optimalisasi asset, meningkatkan kualitas pengembangan properti dan tentunya membuka struktur permodalan. Hingga Agustus 2014, PT Pembangunan Perumahan Tbk telah mengantongi nilai kontrak sebanyak Rp 31 triliun.

Perseroan mengungkapkan target kontrak baru mencapai Rp 24 triliun pada 2014.Target akumulasi dengan kontrak berjalan mencapai Rp 46 triliun. Akan tetapi, diakuinya target kontrak baru masih minim. Hingga Agustus 2014, nilai kontrak baru perseroan mencapai Rp 10,95 triliun. (bani)