APJII Minta Perlindungan Layanan Internet - Sikapi Kasus Dirut IM2

NERACA

Jakarta - Beginilah kalau hukum pidana korupsi menyasar pada orang yang salah. Hanya karena jaksa dan hakim tidak paham persoalan model bisnis telekomunikasi dan internet. Kejaksaan dan Mahkamah Agung telah menghukum mantan Dirut IM2 ,Indar Atmanto, ke LP Sukamiskin. Kasus ini kini menghadapi babak baru karena bisnis di industri telekomunikasi terancam masuk penjara berjamaah, karena model bisnis yang mereka gunakan sama.

Putusan penahanan Indar ini akan berdampak pula pada layanan penyedia jasa internet. Ini pula yang dikeluhkan oleh para penyedia jasa internet yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). “Kasus ini sangat berdampak baik pada industri maupun masyarakat. Karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo harus memberikan perhatian lebih pada kasus IM2 ini,” ujar Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan di Jakarta, kemarin.

Pasalnya, kata Sammy, putusan terhadap IM2 ini akan membuat iklim investasi dan usaha di Indonesia menjadi tidak kondusif serta menjadi ancaman akan keberlangsungan layanan internet di Indonesia. “Bayangkan saja jika MA mengeluarkan fatwa bahwa semua internet service provider (ISP) yang berjumlah sekitar 200-an di seluruh Indonesia memakai mekanisme bisnis yang sama dengan IM2, bisa dipastikan para bos ISP ini akan ramai-ramai masuk penjara,” ujarnya.

Bahkan dirinya menegaskan, jika MA menolak fatwa perlindungan penyelenggara layanan ISP akan menghentikan operasionalnya. Langkah APJII dengan melayankan surat ke Mahkamah Agung (MA) untuk meminta fatwa hukum berkaitan dengan jasa Internet menyusul adanya putusan penahanan mantan Dirut IM2. Pengajuan materi fatwa perlindungan itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dalam penyelenggaraan layanan internet di Tanah Air.

Pelaku industri saat ini khawatir tersangkut hukum pasca-pemidanaan manajemen Indosat. “Jika bisnis kami dinilai melanggar melanggar hukum, kami akan mengembalikan lisensi yang diberikan Kementerian Kominfo karena tidak lagi berguna. Buat apa kami menjalankan bisnis, yang ujung-ujungnya bisa menyeret kami ke penjara,” tegasnya.

Dari catatan APJII jika para operator ISP menghentikan layanan internet akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Dalam satu jam, potensi kerugian jika Internet mati bisa mencapai Rp767,5 miliar atau Rp4,6 triliun per hari. Padahal, kata lanjut Sammy, Indonesia sedang mendorong konten lokal, keamanan jaringan, tata kelola internet, dan kebebasan berekspresi sesuai dengan aturan yang ada. Upaya itu dilakukan 309 penyelenggara layanan internet di dalam negeri. Dari total penyelenggara, sebanyak 16 perusahaan ISP menguasai pangsa pasar market share hingga 70%.

Sebelumnya, saat bertemu dengan anggota legislatif pada Rabu (24/9), Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Kalamullah Ramli juga meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatian khusus atas vonis Indar terkait kasus IM2. Kejaksaan sampai Presiden disebut sudah disurati oleh Kementerian. (bani)

BERITA TERKAIT

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Penerapan Bioethanol, DEN Minta Insentif

      NERACA   Jakarta – Penggunaan bauran energi perlu dilakukan untuk alternatif bahan bakar. Bioetanol bisa dijadikan salah…

Pungutan Pajak E-Commerce Jangan Berlebihan - EKONOM DAN PENGUSAHA MINTA PEMERINTAH LEBIH BIJAK

Jakarta- Direktur Eksekutif dari Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita menegaskan,  pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan objek pajak di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Lebih Banyak Investor Asing - BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Bursa Berjangka Belum Optimal - Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya,…