Mitra Sindo Sukses Segera Luncurkan Klaster Thames di Jakarta Garden City

Rabu, 01/10/2014

NERACA

Jakarta – Setelah sukses memasarkan 200 rumah di klaster Mississippi dalam beberapa jam pada akhir Mei 2014 lalu dan pada saat itu banyak konsumen yang tidak kebagian, PT Mitra Sindo Sukses (anak usaha PT Modernland Realty Tbk.) berencana meluncurkan klaster baru bernama Thames di perumahan skala kota Jakarta Garden City, Jakarta Timur, tepatnya di Jl Raya Cakung-Cilincing, exit tol Cakung Timur. Untuk membangun klaster Thames PT Mitra Sindo Sukses menyiapkan investasi sebesar Rp 825 miliar.

Rencananya penjualan perdana (launching) klaster Thames akan dilakukan pada 18 Oktober 2014 mendatang di Jakarta Garden City, mulai pukul 10.00 WIB. Sebelum melakukan launching, hari ini PT Mitra Sindo Sukses menggelar acara agent gathering untuk mensosialisasikan klaster Thames kepada agent properti yang akan memasarkan klaster Thames. Dan para agent properti sangat antusias dan bersemangat untuk memasarkan klaster Thames yang memiliki banyak keunggulan tersebut. Sekitar 1.500 agent properti hadir saat acara agent gathering klaster Thames.

Nama klaster terinspirasi dari sungai Thames di London, Inggris. Selain airnya bening, panoramanya pun sangat indah. Tidak berlebihan bila berwisata ke sungai Thames akan menjadi salah satu agenda yang tidak dilupakan bagi wisatawan yang berkunjung ke Inggris, termasuk bagi warga Inggris yang berdomisili di luar London. Developer Jakarta Garden City akan menciptakan suasana ini di klaster Thames.

“Lokasi klaster yang terletak di kawasan pengembangan tahap kedua River Garden (100 ha) ini sangat dimungkinkan karena adanya sungai yang cukup besar di tengahnya,” ujar Andy K. Natanael, Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses, Selasa (30/9).

Nantinya kawasan River Garden akan terdiri atas 6 cluster. Klaster Thames terdiri atas dua subklaster yakni, South Cluster (6,6 ha) yang terletak di sisi kanan dan North Cluster (4,9 ha) di kiri boulevard utama klaster. Total rumah di dua sub klaster tersebut kurang lebih 600 unit, dan didesain bergaya Victoria Modern.

Rumah-rumah yang dipasarkan sesuai kebutuhan pasangan keluarga berputera dua atau tiga. Tersedia empat pilihan dengan lebar kaveling antara 6, 7, dan 8 m untuk rumah dengan jumlah kamar 3+1, dan lebar 10 untuk rumah dengan jumlah kamar 4 +1. Harga rumah dipasarkan mulai dari Rp1,1 miliar per unit. Harganya sudah naik dibanding harga rumah di klaster Mississippi. Bagi para pembeli, tersedia cara pembayaran berupa tunai keras, tunai bertahap sebanyak 12 kali cicilan, atau menggunakan KPR.

Selain menawarkan suasana sungai Thames, kelebihan lain klaster ini adalah dilengkapi pula dengan ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup luas. Dari total area 11,5 ha, lahan yang dijual (saleable area) hanya 40%. Selebihnya yang 60% dimanfaatkan untuk RTH, infrastruktur, dan fasilitas pendukung klaster lainnya. “Di dalam klaster kami sediakan kolam renang anak-anak dan dewasa, lapangan tenis, serta kafe untuk tempat bersantai dan bercengkrama setelah selesai berenang,” tambah Andy seraya mengatakan pihaknya optimis klaster Thames akan menuai sukses pada saat penjualan perdana seperti klaster Mississippi.

Akan Terus Naik

Menurut Andy, Jakarta Garden City merupakan kawasan menjanjikan yang terus tumbuh dengan elegan sehingga bagi pembeli yang memilih properti sebagai salah satu wahana investasi, harga properti di Jakarta Garden City masih reasonable dan marketable untuk dibeli. Mengapa? Saat ini harga kaveling residensial di Jakarta Garden City masih berkisar Rp8 juta - Rp9 juta per m2 dan kaveling komersil Rp12 juta per m2.

Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang diproyeksikan bakal naik 100% menjadi sektar Rp18 juta per m2, bahkan lebih. Menurut Andy, asumsi perhitungannya adalah harga tanah di Kelapa Gading sudah mencapai Rp20 juta per m2 ditambah harga tanah di perumahan besar di Bekasi yang lokasinya tidak jauh dari Jakarta Garden City sebesar Rp10 juta per m2.

Bila kedua harga tersebut ditarik rata-ratanya, hasilnya menjadi Rp15 juta. Karena Jakarta Garden City berada di antara Kelapa Gading dan perumahan besar di Bekasi, dengan harga tanah yang saat ini masih reasonable dikisaran Rp8 juta-Rp9 juta, maka, “Jakarta Garden City bisa disebut sebagai Sun Rise Property di Jakarta Timur bahkan di seantero kawasan ibu kota lainnya. Saya optimistis dalam kurun waktu 2-3 tahun lagi harga kaveling residensial di sini sudah menjadi Rp18 jutaan per m2,” kata Andy optimis.

Menurut Andy, ada beberapa faktor pendukung lain yang menjadikan Jakarta Garden City sebagai Sun Rise Property. Pertama, lahan untuk komersial dan pengembangan central business district (CBD) masih cukup luas (70 ha). Sekarang di area komersial ini sudah ada pasar modern, komplek ruko Shopping Arcade, dan lainnya. Sejalan dengan jumlah penghuni yang makin terus bertambah, AEON Mall dari Jepang akan segera memulai pembangunan mal seluas 210.000 m2 di area seluas 8,5 ha.

Direncanakan pada akhir 2015 atau paling lama awal 2016, AEON Mall sudah siap beroperasi. Setelah AEON Mall masuk, sejumlah investor dari berbagai negara juga sudah menyatakan keseriusannya untuk mengembangkan usaha di kaveling-kaveling komersial di kawasan CBD. Jika AEON Mal sudah buka dan jalan tol Cakung-Tanjung Priok sudah beroperasi, maka harga rumah dan ruko di Jakarta Garden City diprediksi langsung melesat.

Kedua, sarana pendidikannya juga akan ditambah minimal satu sekolah lagi. Salah satu perguruan tinggi terkemuka di ibu kota juga akan hadir di Jakarta Garden City sehingga putra-putri penghuni lulusan Sekolah Global Mandiri (TK-SMU) yang sudah ada ditambah satu sekolah unggulan lain, tidak perlu harus jauh-jauh melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Ketiga, lokasi Jakarta Garden City akan makin mudah diakses setelah tol JORR Cakung tersambung dengan tol dalam kota di Tanjung Priok. Pemprov DKI Jakarta dan PT Jasa Marga menjanjikan di pengujung tahun 2014 ini tol JORR Cakung-Tanjung Priok sudah siap beroperasi. Dengan adanya akses tol baru ini, ke depan warga Jakarta Garden City yang sehari-hari beraktifitas di kawasan Kelapa Gading, Kemayoran, Mangga Dua, Kota, Pluit, dan Grogol, atau jika akan berpergian ke bandara Soekarno-Hatta juga akan semakin mudah. Bahkan saat ini pun telah tersedia akses langsung menuju jalan Bekasi Raya, sehingga Jakarta Garden City sangat mudah dicapai dari seluruh penjuru.

Keempat, pihak pengembang terus berkomitmen menjadikan Jakarta Garden City sebagai lokasi hunian yang nyaman. Semua jalan, baik jalan lingkungan maupun boulevard utama dibuat serba lebar, ROW 8-25 m berstandar internasional. Di setiap persimpangan jalan tersedia semacam coakan agar kendaraan yang hendak berbelok ke kiri, berbelok ke kanan, atau memutar, tidak mengganggu kenyamanan kendaraan yang ada di belakang atau di sampingnya. “Jalan di Jakarta Garden City adalah satu-satunya jalan di perumahan yang memenuhi standar international road,” terang Andy.

Andy juga menambahkan, sudah saatnya Jakarta Timur berkembang. “Jakarta Barat dan Selatan sudah sangat berkembang, Jakarta Utara sudah tak ada lahan, sekarang giliran Jakarta Timur yang lahannya masih banyak. Ini potensi besar, karena perkembangan selama ini selalu melompat ke Bekasi. Sekarang Bekasi sudah padat. Dan kami akan terus meluncurkan properti yang berkualitas tinggi sebagai salah satu bentuk investasi menguntungkan di Jakarta Garden City," kata Andy.