Melindungi Lingkungan dan Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat - Asian Agri Terapkan Praktik Berkelanjutan

Penerapan kebijakan yang ketat akan mencegah perambahan hutan alam dan kawasan lindung serta menghentikan kegiatan perkebunan sawit ilegal, serta membangun rantai pasokan secara berkelanjutan.

NERACA

Asian Agri menegaskan kembali komitmen dan tanggung-jawabnya dalam memproduksi minyak kelapa sawit lestari dengan menandatangani Piagam Komitmen Industri Kelapa Sawit Indonesia (Indonesia Palm Oil Pledge), bersama tiga produsen minyak kelapa sawit utama lainnya dan Kamar Dagang - Industri Indonesia (KADIN).

Dengan penandatanganan Piagam ini, Asian Agri berkomitmen untuk menerapkan dan mempromosikan praktik perkebunan yang berkelanjutan, dalam rangka memproduksi minyak kelapa sawit lestari, yang dibarengi dengan peningkatan produktivitas para petani plasma binaan serta keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses produksi minyak kelapa sawit.

Chairman Asian Agri, Joseph Oetomo menyatakan, ini merupakan langkah kolaborasi yang sangat penting diantara perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia. Asian Agri selama ini selalu mendukung dan menerapkan praktek perkebunan terbaik dalam rangka menghasilkan produksi minyak kelapa sawit lestari.

“Komitmen bersama yang tercermin dalam Piagam Komitmen Industri Kelapa Sawit Indonesia (Indonesia Palm Oil Pledge) ini, akan membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi lagi, dalam perjalanan kita untuk selalu berada dalam koridor berkelanjutan, yang pada akhirnya kita harapkan akan dapat mengoptimalkan manfaat bagi lingkungan, peningkatan taraf hidup masyarakat dan perekonomian Indonesia secara umum. Kami menghargai upaya KADIN atas inisiatif ini," ujar dia

Sebagai salah satu perusahaan perkebunan bersertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) terbesar untuk petani plasma binaan di Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 29,000 petani dalam hal membina dan membantu pengelolaan operasional perkebunan kepala sawit mereka selama lebih dari 25 tahun.

Secara konsisten Asian Agri aktif mendorong dan membantu para petani binaan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO agar produksi minyak kelapa sawit yang dihasilkan dapat diserap oleh pasar Internasional, sehingga dapat memastikan kelangsungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Dalam rantai pasokannya, Asian Agri menerapkan kebijakan tentang sumber buah kelapa sawit yang legal. Kebijakan ini mengharuskan petani swadaya Asian Agri serta pemasok buah kelapa sawit pihak ketiga untuk menyertakan dokumentasi yang legal atas sumber Tandan Buah Segar (TBS) mereka.

Penerapan kebijakan ini akan memastikan pasokan TBS perusahaan berasal dari sumber kebun sawit yang legal guna mencegah perambahan hutan alam dan kawasan lindung serta menghentikan kegiatan perkebunan sawit ilegal, serta membangun rantai pasokan secara berkelanjutan.

"Asian Agri percaya bahwa kebijakan ini merupakan ”win-win solution” bagi semua pihak serta mendorong petani swadaya lainnya untuk mendapatkan sertifikasi dan memastikan bahwa minyak sawit dari Tandan Buah Segar (TBS) mereka dapat diterima di pasar internasional," kata Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio belum lama ini

Untuk memastikan bahwa semua TBS berasal dari sumber yang legal, pemasok Asian Agri harus mematuhi suatu proses untuk memenuhi kepatuhan hukum bagi TBS mereka dan perusahaan akan menindaklanjuti laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan / atau masyarakat bila ditemukan adanya TBS ilegal yang dipasok ke Asian Agri.

Perusahaan berkomitmen untuk segera mengambil tindakan korektif terhadap setiap pemasok yang ditemukan memasok TBS ilegal. Setiap pemasok yang terbukti melanggar kebijakan tersebut akan segera dilakukan penghentian kerja sama sementara. Untuk mencabut penghentian kerja sama sementara, pemasok akan diminta untuk melakukan tindakan korektif. Jika mereka terus memasok dari sumber-sumbernon-legal, Asian Agri akan segera menghentikan kerja sama secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari perwujudan komitmen ini, Asian Agri telah mengakhiri kerjasama dengan sejumlah petani swadaya dan pemasok pihak ketiga - termasuk Koperasi Unit Desa Tani Bahagia, yang berlokasi di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo karena gagal membuktikan legalitas sumber TBS mereka (pemutusan mereka berlaku efektif di April 2014). Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua TBS yang diterima di pabrik kelapa sawitUkui adalah dari sumber yang legal.

Asian Agri menerapkan kebijakan tersebut untuk memastikan legalitas sumber TBS dari rantai pasokan di fasilitas pengolahan di Indonesia. Perusahaan akan terus menyempurnakan sistem uji kelayakan dalam memverifikasi sumber TBS, hal tersebut untuk memastikan kepatuhan dengan persyaratan hukum yang berlaku. Asian Agri akan mencari dukungan dan saran teknis dari para pemangku kepentingan seperti WWF – Indonesia dan pihak berwenang terkait .

Sejak 2011, Asian Agri telah memberikan bimbingan kepada banyak petani swadaya dan pemasok pihak ketiga tentang pentingnya legalitas lahan sawit dan pasokan TBS serta proses bagaimana untuk mendapatkan status hukum atas tanah dimana mereka beroperasi. Asian Agri dan WWF secara kolektiftelah memberikan bantuan kepada Koperasi Amanah sehingga berhasil mendapatkan sertifikasi RSPO pertama untuk petani swadaya di Indonesia

Related posts