Lansia, Waspadai Nyeri Pasca Herpes

Sabtu, 04/10/2014



Nyeri Pasca Herpes Zoster (NPH) yang merupakan salah satu komplikasi paling umum dari Herpes Zoster (HZ) dapat menimbulkan penderitaan luar biasa bagi pasien lanjut usia (lansia). Pengobatan terhadap NPH tidaklah mudah dan hanya sedikit yang dilaporkan merasakan keberhasilan pengobatan.

NERACA

“Reaktivasi HZ pada orang tua 10 kali lebih tinggi dibandingkan usia muda. Kami berkomitmen untuk secara berkelanjutan mensosialisasikan penyakit ini dan dampaknya yang sangat berat terutama bagi lansia, sehingga kita tahu cara efektif untuk menghindarinya,” tutur Dr. Suria Nataatmadja, medical affairs director MSD Indonesia.

Sedangkan dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer dari Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI mengatakan, kelompok lansia akan mengalami “immunosenescence” yakni suatu kondisi dimana menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang sehingga respon imun tubuh terhadap pertahanan infeksi kuman dan virus menurun.

Hal inilah yang dapat menjelaskan mengapa kelompok lansia menjadi lebih mudah terkena infeksi bahkan sering disertai komplikasinya yang pasti lebih berat bila dibandingkan kelompok yang berusia lebih muda dan berpotensi besar untuk sulit dalam melakukan pengendaliannya bila sudah terinfeksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan angka kesakitan serta kematian kelompok ini.

Menurutnya penduduk lansia (usia 60 tahun ke atas) di seluruh dunia diproyeksikan akan tumbuh dengan sangat cepat bahkan tercepat dibanding kelompok usia lainnya. Pada tahun 2012, Indonesia memiliki 25 juta lansia dan merupakan negara Asia ke-3 yang memiliki populasi lansia terbanyak setelah Cina dan India.

Dengan meningkatnya populasi lansia di Indonesia serta meningkatnya usia harapan hidup (72 tahun), kesehatan dan kualitas hidup lansia juga lebih menjadi sorotan. Salah satu penyakit akibat infeksi virus yang sering dialami para lansia adalah herpes zoster, risiko terkena herpes zoster akan meningkat setelah usia 50 tahun.

“HZ merupakan penyakit yang disebabkan reaktivasi virus varicella, virus yang menyebabkan penyakit cacar air. Semakin menua usia seseorang maka imunitas seluler yang spesifik mencegah reaktivasi virus varisela akan semakin menurun dan menyebabkan beragam komplikasi, salah satunya adalah Nyeri Pasca Herpes (NPH),” ungkap dr. Edy.

Sedangkan prevalensi NPH di 13 Rumah Sakit pendidikan di Indonesia sepanjang 2011-2013, terdapat sebanyak 593 kasus (26,5%) dari total kasus herpes zoster sebanyak 2.232 kasus. Dari jumlah kasus tersebut 250 kasus dialami oleh kelompok usia 45-64 tahun dan 140 kasus pada kelompok usia 65 tahun keatas.

Herpes Zoster dengan Nyeri Pasca Herpes-nya dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, apalagi bila terjadi pada lansia. Pada fisik akan berakibat adanya keterbatasan gerak, susah tidur, penurunan nafsu makan dan berat badan.

Pada aspek psikologis dapat menimbulkan depresi, gelisah, tekanan emosional, susah berkonsentrasi, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi aktifitasnya sehari hari; menjadi kurang percaya diri, perubahan peran sosial dan penurunan aktifitas sosial.

Pengobatan seringkali membutuhkan kombinasi berbagai pendekatan seperti antivirus, analgesik dan perawatan suportif dan walaupun pengobatan sudah optimal, sebagian besar pasien tetap merasa nyeri. Selain itu, HZ juga dapat menyebabkan komplikasi /kelumpuhan pada saraf motorik. Misalnya kelumpuhan kelopak mata, lengan, tungkai dll. Pencegahan NPH dengan vaksinasi tentunya lebih baik.

“Pencegahan merupakan cara yang paling efektif dalam menghindari dampak negatif yang disebabkan oleh HZ dan NPH pada lansia dari sisi beratnya penyakit, sulitnya pengobatan pada lansia serta biaya yang dikeluarkan. Setiap orang yang peduli terhadap penderitaan lansia akibat HZ dan NPH dapat memanfaatkan imunisasi HZ yang kini telah tersedia,” dikatakan dr.Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, menutup acara Seminar Media hari ini.