Berhasil Negosiasi, BUMI Tunda Rights Issue - Opsi Lunasi Utang Perseroan

NERACA

Jakarta – Sejatinya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bakal melunasi utang perseroan melalui penerbitan saham baru atau rights issue. Namun dengan berbagai alasan, akhirnya perseroan memutuskan menunda aksi korporasi rights issue sebanyak 12,65 miliar saham senilai Rp 3,16 triliun atau sekitar US$ 275 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, perseroan bakal mengubah rencana tersebut dalam waktu singkat. Asal tahu saja, semula hasil pengeluaran saham itu akan digunakan untuk pembayaran utang kepada kreditur-kreditur Perseroan.

Direktur PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava menuturkan, perseroan melihat peluang positif untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan para kreditur guna melakukan pembicaraan lebih lanjut,”Dengan pembatalan rencana pengeluaran saham baru sebanyak 12,65 miliar saham tidak ada lagi perubahan dari rencana penggunaan dana. Rencana penggunaan dana masih sesuai prospektus PUT IV perseroan," ujar Dileep.

Dileep menambahkan, pihaknya berharap otoritas bursa dapat mencabut penghentian sementara perdagangan saham perseroan yang dilakukan pada Rabu 24 September 2014. Menurut Dileep, penghentian sementara saham (suspensi) memberi dampak bagi kondisi dan proses pemulihan PT Bumi Resources Tbk.

Sebelumnya dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja dan melunasi utang kepada CDB, Axis Bank, Credit Suisse, dan Deutsch Bank. Sebagai informasi, BUMI yang juga produsen batubara thermal terbesar di Indonesia, menargetkan produksi dan penjualan batubara pada 2015 mencapai 100 juta ton dibanding target tahun ini sebesar 80 juta-90 juta ton.

Kata Dileep Srivastava, tahun ini perseroan memiliki kemampuan produksi sekitar 80 juta-90 juta ton. Tahukah, pemerintah melalui Kementerian ESDM menurunkan target produksi batubara di 2014 menjadi 400 juta ton dibanding estimasi produksi tahun lalu yang mencapai 421 juta ton. Penurunan target produksi merupakan salah satu upaya untuk ekspor batubara.

Di sisi lain pemerintah menargetkan tahun ini penyerapan batubara dalam negeri mencapai 95,5 juta ton atau meningkat 26% dari target 2013 sebesar 72 juta ton. Sebagian besar produksi batubara Bumi Resources ditujukan untuk pasar ekspor. Data penjualan semester I 2013 menyebutkan, penjualan terbesar ditujukan ke China sebanyak 27%, India 20%, Jepang 17%, Malaysia 6%, dan Taiwan 4%. Sementara penjualan untuk pasar domestik sebesar 16% dari total penjualan semester I.

Kemudian untuk belanja modal, BUMI mengalokasikan dana sebesar US$ 50 juta untuk pengembangan dan kebutuhan ekspansi perusahaan. Dimana sumber dana semuanya berasal kas internal perseroan.

Menurut Dileep, tidak ada investasi yang signifikan yang dilakukan Bumi Resources pada tahun ini karena tambang yang dikelola anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi batubara hingga 90 juta ton. (bani)

Related posts