Telkom Akuisisi Provider Call Center Australia - Investasikan Dana AUD$ 11 Juta

NERACA

Jakarta –Ekspansi bisnis PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) makin agresif baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Dari dalam negeri, setelah sukses mengakuisisi 30% saham PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk. Kini anak usaha Telkom yaitu Telekomunikasi Indonesia International Australia Pty Ltd telah akuisisi perusahaan contact centre Australia Business Process Outsourcing (BPO) provider. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan mengambil kepemilikan saham secara mayoritas senilai AUD$ 11 juta pada 25 September 2014. Langkah akuisisi yang dilakukan anak usaha Telkom ini untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sebelumnya perseroan telah melakukan ekspansi ke Singapura, Hong Kong, Macau, Timor Leste, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).

CEO Telkom Australia, Siam Nugraha mengatakan, setelah melakukan review begitu banyak target investasi di Australia, perseroan terkesan dengan kualitas manajemen, sumber daya manusia (SDM), dan sistem contact centres Australia (CCA), “Diharapkan dengan akuisisi ini, kami makin intensif bekerja dengan tim CCA untuk meningkatkan pertumbuhan kemampuan perusahaan di pasar Australia dan Selandia Baru, dan operasi BPO di Indonesia," ujar.

CCA dibentuk oleh Ben Crabbe, Sue Crabbe, dan Peter Thomson. Contact Centres Australia, salah satu operator BPO terkemuka dengan jumlah pekerja sekitar 600 staf. CCA didirikan pada 2002, dan menyediakan solusi BPO untuk klien institusi seperti Colgate, Rio Tinto, Pfizer Australia, dan Yellow Brick Road,”Di atas 12 tahun kami membangun untuk membuat BPO berkualitas terbaik di Australia. Dengan sumber daya manusia terbaik, yang menyukai telepon, dan mendukung sistem dan backup. Kami pikir telah menciptakan sesuatu menjadi special, seperti dengan Telkom Indonesia. Kami senang dengan kerja sama baru ini, dan kesempatan untuk meningkatkan bisnis lebih jauh," kata CEO Ben Crabbe.

Direktur CCA Peter Thomson menambahkan, meski ada aksi korporasi ini tetapi bagi klien dan staf maka bisnis akan berjalan seperti biasa. "Kami akan terus meningkatkan sistem bisnis dan investasi di teknologi untuk teruis menjaga posisi kami," kata Peter.

Belum lama ini, Telkom juga menyampaikan rencana investasi dalam kegiatan corporate venture capital (CVC) senilai US$ 200 juta atau setara Rp2,3 triliun dengan menggandeng beberapa perusahaan modal ventura (venture capital). Salah satunya dengan Fenox Ventura Capital yang berbasis di Silicon Valey, Amerika Serikat.

Kegiatan bisnis seperti itu adalah yang pertama dilakukan perusahaan Indonesia, bahkan di ASEAN. "Sebagai CVC, Telkom yang pertama, di negara ASEAN yang pertama," ujar Direktur Utama PT Telkom Arif Yahya.

Kerja sama itu menurutnya berkesinambungan. Fenox Venture Capital sendiri berkomitmen untuk membantu program inkubator bisnis Telkom dengan membawa mentor-mentor terbaik dari Silicon Valey."Program di bawah CVC ini akan memperkuat posisi inkubator bisnis yang sudah berjalan selama ini melalui indigo yang berlokasi di Bandung Digital Valley dan Jogja Digital Valley," jelasnya.

Selain itu, Telkom akan mengirimkan beberapa start up terbaik di bawah asuhan Indigo untuk mengikuti Immersion Program di Silicon Valley. Lewat program itu, para start up Telkom akan diajak untuk mengikuti kegiatan mentorship lebih dalam dari para start up founders."Di sana (Silicon Vallet) start up founders yang akan memberikan wawasan global kepada start up terbaik (Telkom),”kata Arif. (Bani)

BERITA TERKAIT

Surya Fajar Capital Serap Dana IPO 67,33%

NERACA Jakarta - PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) telah menyerap dana hasil initial public offering senilai Rp26,9 miliar atau…

Australia Diminta Buka Akses Pasar Hortikultura

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pertemuan bilateral dengan Pemerintah Australia guna membahas isu-isu peternakan, hortikultura,…

Kawasan Industri Teluk Bintuni Ditargetkan Serap US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri di luar Jawa, salah satunya di Kawasan Industri Teluk Bintuni,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…