Tata Ruang Nusantara untuk Kesejahteraan Rakyat

NERACA

Jakarta -Untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia, pemerintah diharapkan menyusun dan memiliki Tata Ruang Nusantara. Dengan adanya tata ruang Nusantara, kataWakil Menteri Pekerjaan Umum Achmad Hermanto Dardak,akan ada jaringan antara daerah pusat dengan wilayah pinggiran dan perbatasan. “Ini merupakan tantangan yang harus kita wujudkan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera,aman, dan nyaman,” kataHermanto saat menyaksikan pegelaran wayang kulit dengan lakon ‘Parikesit Dadi Ratu” yang diadakan oleh Alumni FIS-UI 1978 di Balai Sarwono, Jakarta, Jumat (26/9) malam, pekan lalu. Menurut Hermanto, tata ruang terpadu seluruh Nusantara itu bertujuan untuk menumbuhkan pembangunan di wilayah hingga mampu berproduksi secara kompetitif. Itu sebabnya, kata dia, semua pembangunan harus sesuai dengan ketentuan UUTata Ruangseperti soalpercepatan pembangunan daerah tertinggal, tata ruang nasional, rencana tata ruang pulau, dan kabupaten/kota.

Selain itu, dia juga mendukung diwujudkannya program desa minapolitan. Dalam satudaerah mempunyai produk unggulan masing-masing,misalnya penghasil ikan atau udang. “Kita ingin setiap daerah mempunyai satu produk unggulan masing-masing. Jadi satu desa satu produksi,” katanya. Untukmendukung integrasi dan konektivitas antara wilayah pusat dan daerah tersebut, diperlukan percepatan pembangunan infrastuktur yang memadai. Oleh karenanya, pemerintah perlu mendukung industri konstruksi, apalagi sekor itu mampu menyumbang 10% PDB kita. Pemimpin Parikesit Sementara itu, Juru Bicara Alumni FIS UI 1978 Asri Hadimenjelaskan, pagelaran wayang kulit itu dalam rangka syukuran bersama para relawan atas terpilihnya Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi presiden dan wakil presiden. Mengapa dipilih lakon ‘Parikesit Dadi Ratu’ dengan dalang Ki Susilo Tengkleng, menurut Asri, perjalananParikesitmenjadi ratu atau raja penuh dengan lika-liku, konflik dan gejolak. “Ini juga untuk menghibur masyarakat. Dipilih lakon‘Parikesit Dadi Ratu’karenamengandung nilai-nilai positif yang dapat menjadi pedoman masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjut Asri.Menurut Asri, selain pertunjukan wayang kulit, Alumni FIS-UI 1978 juga telah menyelenggarakan berbagai diskusi menyambut pemilihan presiden. Terkait dengan pembentukan kabinet baru, politisiAlie Mazi dari Partai Nasdemyang ikut menyaksikan pagelaran wayang tersebut, mengungkapkan, para menteri hendaknya dipilih dalam rangka memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak. “Jadi, tugas menteri itu baik dari jalur profesional maupun partai mempunyai tugas mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata mantan Gubernur Sulawesi Tenggara itu. [ardi]

Related posts