Global Bond Pelindo Oversubscribed 16 Kali

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III meraup dana sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 6 triliun dari hasil penerbitan obligasi global pekan ini. Global bond tersebut menawarkan imbal hasil (yield) sebesar 4,875% dan akan jatuh tempo dalam 10 tahun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dalam aksi tersebut, ANZ, Credit Suisse, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai joint bookrunners. Adapun order book tercatat sebesar US$ 6,4 miliar, atau kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 16 kali. Disebutkan, investor dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat (AS) sangat antusias menyambut obligasi dolar Pelindo III.

Bahkan, banyak institusi AS yang memesan di atas US$ 100 juta dalam sekali permintaan. Pada akhir masa penjatahan, investor AS memperoleh alokasi sebesar 42%, Asia mendapat 32%, sedangkan Eropa mengambil 26%. Rencananya, dana yang dihimpun akan digunakan untuk mengembangkan pelabuhan petikemas Teluk Lamong Tahap II. Pembangunan pelabuhan diharapkan rampung pada 2030.

Sementara itu, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB- untuk instrumen utang jangka panjang Pelindo III. Lembaga pemeringkat internasional itu juga memberikan rating BBB- untuk obligasi berbasis dolar AS yang diterbitkan pengelola pelabuhan milik negara tersebut.

Menurut Fitch, peringkat BBB- mencerminkan posisi profil kredit yang diuntungkan oleh jumlah kompetitor yang sedikit. Perusahaan juga mempunyai kepemilikan langsung terhadap sebagian besar aset, pertumbuhan prospek yang bagus, serta profitabilitas dan kas operasional yang stabil.

Meski potensi pertumbuhan Pelindo III terbilang baik, Fitch belum akan menaikkan predikatnya dari BBB- karena belanja modal perusahaan akan lebih besar di masa mendatang. Proyek pengembangan pelabuhan akan menghabiskan porsi belanja terbesar untuk jangka pendek. (bani)

Related posts