Tambah Bantuan Rp200 Juta - Paket Pupuk Organik

NERACA

Jakarta - Kementerian Pertanian, melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, berencana meningkatkan besaran bantuan paket Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) menjadi Rp200 juta per paket pada 2015.Sekretaris Dirjen Prasana dan Sarana Pertanian Abdul Majid di Kabupaten Badung, Bali, Jumat, menyatakan pada 2014 besaran bantuan untuk UPPO adalah Rp180 juta per paket.

Menurut dia, peningkatan besar bantuan paket UPPO tersebut karena pada tahun depan akan dimasukkan bantuan untuk pengadaan pakan sapi dalam paket tersebut."Selama ini para penerima bantuan UPPO mengeluhkan tingginya harga pakan sapi sehingga lama kelamaan sapinya dijual untuk memenuhi biaya pakan," katanya, saat melakukan kunjungan media ke sejumlah petani penerima UPPO, akhir pekan kemarin.

Paket bantuan UPPO, katanya menjelaskan, terdiri dari 10 ekor sapi, satu unit pengolah pupuk organik dan satu rumah pengolah pupuk organik untuk setiap kelompok tani.Dengan bantuan tersebut diharapkan petani dapat mengembangkan dan memproduksi pupuk organik untuk dimanfaatkan dalam budi daya pertanian tanaman pangan bagi kelompoknya.

Selain itu, lanjutnya, jika produksi pupuk organik tersebut melebihi kebutuhan kelompok maka mereka dapat menjualnya ke pasaran sehingga mampu meningkatkan penghasilan petani.Abdul Majid mengungkapkan, biaya yang dikeluarkan setiap petani untuk pakan sapi sebesar Rp10.000 per ekor per hari atau sekitar Rp3 juta sebulan sehingga dinilai terlalu membebani.

"Oleh karena itu pada tahun depan kami akan menambahkan bantuan paket UPPO untuk komponen pakan sapi selama enam bulan atau sekitar Rp18 juta," katanya.Dengan bantuan paket pakan ini, menurut dia, diharapkan sapi yang serahkan ke petani dapat berkembang dan tidak dijual lagi.

Sesditjen menyatakan pada 2015 bantuan paket UPPO yang dialokasikan sebanyak 500 paket menurun dari tahun ini sebanyak 800 paket.Sementara itu Ketua Kelompok Tani Bina Karya Mandiri I Nyoman Antara menyatakan, kelompoknya pada 2013 dipercaya memasok pupuk organik untuk Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Badung sebanyak 20 ton per bulan guna mendukung program pengembangan padi System of Rice Intensification (SRI).Sementara itu, lanjutnya, untuk tahun ini kelompok mereka mendapat pesanan guna memasok pupuk organik sebanyak 160 ton. [agus]

BERITA TERKAIT

Raih Juara DSSC 2019, Tiga Tim SMK Berkesempatan ke Italia

    NERACA   Jakarta - Kompetisi Dekkson SMK Sales Championship (DSSC) 2019 telah memasuki babak final akhir. Lebih kurang…

Menkumham Lantik Majelis dan Pengawas Notaris Periode 2019-2022

    NERACA   Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melantik Majelis Pengawas Pusat…

Pameran IEAE 2019 Targetkan Nilai Transaksi US$1 Juta

    NERACA   Jakarta - Chaoyu Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) Indonesia International Electronics &…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sasa Inti Kembali Meraih Penghargaan Marketing Award

    NERACA   Jakarta - PT Sasa Inti kembali meraih apresiasi dari masyarakat yakni lewat produk Sasa Bumbu Komplit,…

Meski Ada Tekanan, Sri Mulyani Optimis Target Penerimaan Pajak Tercapai

    NERACAJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis target penerimaan pajak tahun 2019 akan tercapai meski menghadapi…

DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kelas Tiga

    NERACA   Jakarta - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf mengatakan para legislator sepakat menolak kenaikan iuran…