free hit counter

Pasar Murah Cuma "Tontonan" Rakyat Miskin

Rabu, 24/08/2011

NERACA

Jakarta - Munculnya pasar murah  yang digelar sejumlah lembaga, baik perusahaan swasta maupun BUMN ternyata tidak berdampak pada kehidupan rakyat miskin. Padahal tujuan digelarnya pasar murah untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Ironisnya rakyat miskin cuma jadi penonton.

“Tujuannya kan membantu rakyat miskin sekaligus untuk mengoreksi harga di pasar yang melambung jelang Lebaran. Tapi cara pelaksanaannya salah, jadinya salah sasaran)” kata pengamat kebijakan publik UI Andrinof Chaniago kepada Neraca, Selasa (23/8). 

Bahkan dia mengritik keberadaan pasar murah yang digelar di sejumlah kantor pemerintah dan jauh dari pemukiman penduduk miskin. Karena konsumennya jelas orang yang punya uang. “Jangan gelar pasar murah di kantor-kantor atau di mal. Ujung-ujungnya yang beli pegawai kantor. Orang miskin mana bisa ke tempat-tempat itu,” tambahnya.

Dosen FISIP-UI ini menyarankan agar pasar murah harus diubah konsepnya, yakni mendatangi lokasi penduduk miskin. “Gelar pasar murah di kawasan pemukiman yang dominasi rakyat miskin. Perlu kerja sama dengan RT/RW dan karang taruna setempat. Itu lebih efektif kena sasaran,” paparnya.Next