Anak Usaha Cipaganti Dipaksa Ditutup - Laporkan ke Pihak Berwajib

NERACA

Bandung - Kasus yang menimpa Koperasi Cipaganti ternyata berbuntut panjang. Bahkan gangguan pun tertuju pada salah satu anak usaha dari PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CCG) yaitu Cipaganti Heavy Equipment (CHE) yang mana kantor berlokasi di Jl. Soekarno Hatta, Bandung telah ditutup oleh pihak-pihak yang tidak jelas sehingga kegiatan perusahaan tersebut terganggu oleh tuntutan tersebut.

Direktur Komunikasi Korporasi PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CCG), Jovial Mecca Alwis mengatakan gangguan dari berbagai pihak tersebut dapat mengurangi potensi investasi asing. Padahal selama ini pemerintah berupaya mengundang investasi asing ke Indonesia. "Tentu saja tuntutan tersebut telah salah alamat," ungkap Jovial dalam keterangan resminya, akhir pekan kemarin.

Sebab itu Jovial Mecca Alwis mengingatkan supaya CCG sebagai perusahaan publik yang diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK), tidak boleh diganggu. Berkaitan dengan hal itu, pihak manajemen akan melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib demi mencari kemananan dan ketenangan bekerja.

Pada sisi lain, selaku praktisi hukum Ori Setianto mengimbau supaya tidak dilakukan tuntutan yang salah alamat tersebut karena pihaknya sudah menyelediki bahwa semua pembelian barang-barang modal CCG memakai pinjaman bank, bukan dari Koperasi Cipaganti. “Memang atas nama manajemen saya melakukan ini, tapi saatnya nanti berkembang ke ranah hukum,” katanya.

Sebab kalau pihak yang tidak pada tempatnya menguasai aset sebuah perusahaan, maka ada batas waktu untuk menyatakan hak. Berdasarkan keterangan dari Dani F. petugas keamanan yang sedang bertugas di tempat mengatakan bahwa tidak boleh siapapun memasuki lokasi kantor Cipaganti Heavy Equipment sebelum mendapat persetujuan. Tampaknya memang di kantor tersebut tidak ada kegiatan karena karyawanpun tidak boleh masuk.

Sementara itu, Asep Engkan R. sebagai salah satu staf Cipaganti Heavy Equipment mengatakan bahwa sebenarnya kegiatan di lapangan masih berjalan, namun tidak sepenuhnya leluasa bekerja. “Kami sedang menunggu briefing dari pimpinan mengenai perkembangan kantor selanjutnya,” katanya ketika ditemui di kantor pusat CCG di Jl. Gatot Subroto, Bandung.

Dalam keterangan sebelumnya, Jovial menegaskan Cipaganti Citra Graha (CCG) adalah entitas yang berbeda dengan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP). "Kekeliruan sejumlah oknum Mitra Usaha KCKGP yang menuntuk CCG untuk mengembalikan invstasi yang tertanam di KCKGP perlu diluruskan karena tidak tepat sasaran. Meski menggunakan kata yang sama yaitu Cipaganti, bukan berarti masalah antara Mitra Usaha KCKGP dapat ditagihkan kepada kami," katanya.

Penegasan tersebut diungkapkan menyusul Penggadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan Koperasi Cipaganti dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dari hasil verifikasi utang yang dilakukan pengurus PKPU, total nilai tagihan dari 8.184 kreditor yang terdaftar dalam PKPU dengan nilai tagihan sebesar Rp 3,07 triliun lebih.

Jofial menyatakan, CCG sebagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham CPGT merupakan badan hukum yang berbeda dengan KCKGP. Hal ini penting untuk diketahui dan dipahami oleh masyarakat luas agar kekeliruan sejumlah oknum Mitra Usaha KCKGP yang menuntut CCG untuk mengembalikan investasi mereka yang tertanam di KCKGP tidak terulang lagi.

Kesimpangsiuran yang mengakibatkan kesalahpahaman tersebut dimulai saat Andianto Setiabudi pendiri KCKGP sekaligus Direktur Utama CCG dan beberapa petinggi KCKGP yang juga petinggi di CCG diadukan ke pihak berwajib dan ditahan karena tidak dapat membayar kewajiban kepada Mitra Usaha KCKGP.

Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan dana Mitra Usaha KCKGP oleh jajaran koperasi. Lalu beberapa oknum dana Mitra Usaha KCKGP memiliki perpepsi yang salah yaitu seluruh identitas yang bernaung dibawah nama Cipaganti Group merupakan aset dari KCKGP atau asset dari Andianto Setiabudi yang dapat digunaan untuk menyelamatkan dana Mitra Usaha KCKGP. (bari)

BERITA TERKAIT

Geliat Bisnis Investasi - PII Agresif Sertakan Saham di Anak Usaha IPC

NERACA Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, sampai…

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mendorong para pelaku usaha…

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha Program Kemitraan PT Rekind

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha Program Kemitraan PT Rekind NERACA Jakarta - PT Rekayasa Industri (Rekind) anak perusahaan PT Pupuk Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…