Kebijakan Fed Akibatkan Rupiah Tertekan

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia mengemukakan bahwa faktor-faktor eksternal, salah satunya, normalisasi kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) masih menjadi penyebab tertekannya rupiah belakangan ini.

"Yang jelas, nilai tukar adalah bagian dari penyesuaian keseimbangan eksternal. Jadi kalau memang ada negara, terutama AS, yang selama ini menggelontorkan likuiditas cukup besar ke pasar keuangan global, lalu kemudian terdapat indikasi untuk mengurangi (likuiditas) dan suku bunga dinaikkan, maka keseimbangannya adalah 'return' dari investasi di sana (AS) akan menjadi lebih menarik," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Doddy Zulverdi, di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, pelemahan nilai tukar wajar terjadi di suatu negara yang likuiditasnya turun terkena dampak normalisasi kebijakan The Fed tersebut. Namun, lanjut Doddy, perbaikan fundamental ekonomi di dalam negeri harus terus ditingkatkan agar lebih memiliki daya tahan terhadap gejolak ekonomi global.

"Yang paling bisa mengatasi sebenarnya adalah bagaimana (defisit) transaksi berjalan kita (menjadi surplus). Ya, ekspor kita tingkatkan terus," tukasnya.

Doddy menuturkan, normalisasi kebijakan ekonomi di Amerika Serikat sendiri merupakan refeleksi dari membaiknya ekonomi di negara tersebut.

Dia pun meyakini, jika perbaikan ekonomi AS sudah signifikan, maka akan berdampak terhadap kinerja ekspor di Tanah Air.

Doddy juga menambahkan, melemahnya rupiah memang disebabkan karena adanya arus modal keluar, selain karena arus modal masuk ke Indonesia yang tidak sederas biasanya.

Dia berharap pada tahun depan nilai tukar akan lebih baik dibandingkan kondisi saat ini. [ardi]

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif The Fed Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis ditutup melemah 50,33 poin dipicu sentimen terbukanya…

Rupiah Melemah 0,24% Masih Dianggap Wajar

      NERACA   Jakarta - Tingkat pelemahan nilai tukar rupiah saat ini yang sebesar -0,24 persen (year to…

Perlu Libatkan Lembaga Kajian Rumuskan Kebijakan

NERACA Jakarta – Pemerintah dinilai perlu melibatkan dan mempertimbangkan masukan serta rekomendasi yang konstruktif dari sejumlah lembaga kajian terpercaya dalam…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…