Kredit Perbankan Didominasi Kredit Konsumsi - Kendari, Sulawesi Tenggara

NERACA

Kendari - Komponen kredit perbankan di Sulawesi Tenggara pada triwulan II 2014 didominasi oleh kredit konsumsi dengan pangsa pasar 59,31% atau senilai dengan Rp8,15 triliun.Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Dian Nugraha, di Kendari, Jumat (26/9) pekan lalu, mengatakan kredit perbankan masih didominasi oleh kredit konsumsi dan diikuti oleh kredit modal kerja dan kredit investasi.

"Selain memiliki pangsa tertinggi dari dari komponen pembentuk kredit, kredit konsumsi juga tercatat tumbuh cukup tinggi sebesar 19,07% (year on year/yoy)," ujarnya.Dia menambahkan besaran dari kredit modal kerja dan kredit investasi pada periode triwulan II 2014 masing-masing sebesar 28,7% atau senilai Rp3,95 triliun dan 11,99% atau senilai Rp1,65 triliun.

Menurut Dian, kredit konsumsi mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi dibanding komponen kredit lainnya. Di sisi lain, kredit investasi justru tercatat mengalami pertumbuhan yang menurun.Dia pun menambahkan, kinerja perbankan syariah menunjukan perkembangan yang negatif pada triwulan II 2014 dengan indikator penurunan pertumbuhan aset sebesar 8,29% (yoy).

Penurunan pertumbuhan aset tersebut ditahan oleh pertumbuhan positif pada komponen dana pihak ketiga (DPK) sebesar 14,59% (yoy)."Selain itu penurunan pertumbuhan aset tersebut juga ditahan oleh kredit yang ada sebesar 34,01% (yoy)," ujarnya.

Dian mengungkapkan, disparitas pertumbuhan kredit dengan dana pihak ketiga (DPK) menyebabkan angka FDR (finance to deposit ratio) perbankan syariah cukup besar, yaitu 152,37%.Menurut dia, meski angka FDR tercatat cukup tinggi namun tingkat NPF (net performing ratio) pada periode laporan terjaga di level yang relatif cukup rendah, yakni sebesar 3,72%.Hal tersebut berada di bawah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia, yakni sebesar 5%. [ant]

Related posts