Industri Asuransi Hanya "Main" di Kota Besar

NERACA

Jakarta - Pengamat asuransi Herris Simanjuntak menilai rendahnya tingkat penetrasi industri asuransi diduga karena perusahaan asuransi tersebut lebih senang menjual produk asuransi di kota-kota besar. Artinya, penetrasi perusahaan asuransi minim dalam memasarkan produknya di kota kecil, terutama menyasar masyarakat menengah bawah. “Tantangan kita sekarang ini lebih banyak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Asuransi sendiri penetrasinya masih rendah. Masih kurang 20% dari total penduduk Indonesia yang bersentuhan dengan asuransi," ungkapnya, di Jakarta, belum lama ini.

Dia juga berpendapat, rendahnya tingkat penetrasi tersebut salah satunya dikarenakan perusahaan asuransi di Tanah Air bergerak di kota besar, minim di kota kecil. Hal ini terjadi karena perusahaan asuransi melihat potensi dari berkembangnya sektor riil di kota besar. “Kalau ekonomi suatu daerah bagus, maka sektor riil ikut bagus pula. Di situ lah perusahaan asuransi bergerak. Tantangan kita adalah bagaimana asuransi dikenal di daerah pendalaman. Untuk itu, negara kita harus maju kalau mau industri asuransinya maju’, tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target - Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan…

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target - Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan…

Citilink Buka Rute Baru Jakarta -Banyuwangi - Dukung Industri Pariwisata

NERACA Jakarta - Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia terus melakukan ekspansi bisnis dengan membuka rute baru untuk melanjutkan pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…