Industri Asuransi Hanya "Main" di Kota Besar

NERACA

Jakarta - Pengamat asuransi Herris Simanjuntak menilai rendahnya tingkat penetrasi industri asuransi diduga karena perusahaan asuransi tersebut lebih senang menjual produk asuransi di kota-kota besar. Artinya, penetrasi perusahaan asuransi minim dalam memasarkan produknya di kota kecil, terutama menyasar masyarakat menengah bawah. “Tantangan kita sekarang ini lebih banyak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Asuransi sendiri penetrasinya masih rendah. Masih kurang 20% dari total penduduk Indonesia yang bersentuhan dengan asuransi," ungkapnya, di Jakarta, belum lama ini.

Dia juga berpendapat, rendahnya tingkat penetrasi tersebut salah satunya dikarenakan perusahaan asuransi di Tanah Air bergerak di kota besar, minim di kota kecil. Hal ini terjadi karena perusahaan asuransi melihat potensi dari berkembangnya sektor riil di kota besar. “Kalau ekonomi suatu daerah bagus, maka sektor riil ikut bagus pula. Di situ lah perusahaan asuransi bergerak. Tantangan kita adalah bagaimana asuransi dikenal di daerah pendalaman. Untuk itu, negara kita harus maju kalau mau industri asuransinya maju’, tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Tak Hanya Make Up Artis, HelloBeauty Hadirkan Beragam Layanan Kecantikan

Tak Hanya Make Up Artis, HelloBeauty Hadirkan Beragam Layanan Kecantikan NERACA Jakarta - Tampil cantik bak artis idola tentunya menjadi…

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…