Eksplorasi Ragam Buadaya Indonesai - The Colors of Jakarta for the World

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta baru saja menggelar Gebyar Budaya Hari Pariwisata Dunia 2014 di Taman Monas, Jakarta Pusat. Tidak hanya budaya Betawi, kesenian Nusantara dari Sabang sampai Merauke pun turut ditampilkan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman mengatakan bahwa festival budaya ini digelar untuk membangun Jakarta sebagai pusat kebudayaan Indonesia, pusat pariwisata dan untuk mengeksplorasi keragaman budaya dari seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, acara ini juga menjadi media apresiasi terhadap keragaman seni budaya Nusantara yang patut dibanggakan.

Acara diperuntukkan bagi masyakarat umum khususnya yang tinggal di Jakarta. Pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun untuk menikmati semua atraksi produk wisata seperti wisata budaya, sejarah, ekowisata, serta wisata olahraga seperti berselancar, menyelam, berlayar, golf, bersepeda dan marathon. Terdapat juga pameran industri kreatif Nusantara, karnaval Nusantara, pertunjukan musik dan tari kolosal. Semua itu dikemas dalam acara yang mengusung tema“The Colors of Jakarta for the World”.

Ikut ditampilkan pula tari kolosal melibatkan salah satu sutradara ternama di Tanah Air yaitu Rama Soeprapto. Ia mengolaborasikan berbagai tarian tradisional dari seluruh Nusantara dengan melibatkan setidaknya 50 penari dan 30 musisi. Sedangkan Karnaval Nusantara menggandeng sekira 20 komunitas yang terdiri dari 250 penari terbaik, dan pameran industri kreatif yang menampilkan lebih dari 30 stand usaha mikro, kecil dan menengah. Hiburan lain ada pada panggung musik yang mengadirkan beberapa artis, seperti Angel Pieters, Gio, Ubay, dan Yuka.

Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) ditetapkan oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO) dan dirayakan setiap tanggal 27 September. Perayaan ini sengaja dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat Internasional akan pentingnya pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi, sosial dan budaya yang berkelanjutan.

Sejalan dengan tema Hari Pariwisata Dunia 2014 "Tourism and Community Development" maka event-event budaya yang ditampilkan di Jakarta melibatkan seluruh potensi masyarakat dan komunitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

BERITA TERKAIT

Ini Tips Menjaga Dompet Tetap Tebal saat Wisata

Berwisata kerap disebut sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Padahal jika cukup cermat, bukan tidak mungkin bagi wisatawan bisa berhemat selama melakukan…

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meningkat signifikan pada…

Rekreasi Jiwa di Nusa Dua

Sejumlah kegiatan seperti yoga, meditasi dan pembersihan telah merupakan telah lama dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Kini ritual yang unik…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Pulau Eksotis di Sulawesi selain Bunaken dan Wakatobi

Sulawesi adalah sebuah kawasan yang tidak ada bandingannya di Indonesia, bahkan dunia. Tempat ini menjadi rujukan wisatawan di seluruh dunia,…

Jalan Korea, 'Rumah' Burung Cenderawasih di Papua

Masalah perambahan hutan di Papua untuk dijadikan lahan kelapa sawit sedang menjadi perhatian Alex Waisimon yang merupakan pelaku ekowisata di…

Penyengat Ditetapkan sebagai Pulau Perdamaian Dunia

Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau resmi ditetapkan sebagai 'Pulau Perdamaian Dunia' oleh Komite Perdamaian Dunia (World Peace Community). Penetapan dilakukan…