Program Pensiun Baru Diikuti 22% Investor

NERACA

Jakarta - Survei yang dilakukan perusahaan asuransi, reksa dana dan manajemen aset, Manulife Indonesia, mengemukakan baru sebanyak 22% investor Indonesia yang mengikuti program pensiun dari pemerintah. "Baru 22%, seperti program dari PT Jamsostek (Persero), dan lainnya. Hal itu ditambah temuan bahwa masyarakat Indonesia juga tidak tertarik untuk membeli program pensiun tambahan sebagai alternatif," kata Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Nur Hasan Kurniawan di Jakarta, Kamis (25/9).

Manulife melalui "Manulife Investor Sentiment Index (MISI)" melakukan suvei wawancara tatap muka terhadap 500 responden, yang merupakan investor kelas menengah hingga atas. Survei dilakukan pada kuartal II 2014. Menurut Hasan, tingkat 22% tersebut dapat dikategorikan sebagai yang paling rendah di Asia. Manulife merekam bahwa tingkat rata-rata keikutsertaan investor terhadap program pensiun pemerintah di Asia lebih tinggi dari Indonesia mencapai 67%.

Hasan memprediksi terdapat kekhawatiran pada diri investor, bahwa ekspektasi mereka tidak sesuai dengan produk pensiun yang ditawarkan institusi pemerintah. Selain itu, temuan survei tersebut juga mengemukakan bahwa perencanaan investor untuk program pensiun. Hal itu karena menurut survei Manulife, baru 15% investor Indonesia memiliki program pensiun dari institusi swasta.

"Masyarakat sepertinya terlalu mengandalkan sumber-sumber pendanaan yang tidak pasti untuk membiayai hidup mereka di hari tua," ujar dia. Hasan tidak menampik temuan dari survei itu pula karena masih minimnya tingkat literasi dana pensiun pada diri masyarakat.

Menurut riset yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan pada 2013, tingkat literasi dana pensiun hanya 1,53%. Tingkat itu lebih rendah dari indeks literasi terhadap produk jasa keuangan lainnya seperti asuransi (11,81%), lembaga pembiayaan (6,33%), pegadaian (5,04%) dan dana pensiun (1,53%). [ardi]

BERITA TERKAIT

Seribu Petani Banten Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

Seribu Petani Banten Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan   NERACA Serang - Seribu petani di Banten menyatakan ikut program lindungan keselamatan kerja…

Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 4.000 kl/hari

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…